Kurs yen Jepang yang sedang berada dipuncak pemenang pasar forex 2 pekan terakhir masih mampu menjadi perhatian pelaku pasar keuangan global meskipun fundamental ekonomi negara tersebut sedang alami pukulan. Negara yang memiliki penguatan nilai mata uangnya cukup tinggi dalam periode 2 pekan masih terjebak dalam deflasi, dimana hal ini ditegaskan oleh pimpinan bank sentral Jepang (BOJ) siang ini yang menyatakan Jepang masih akan terus alami deflasi.
Lihat: Gubernur BOJ Kuroda : Deflasi Jepang Masih Akan Berlanjut
Yen Jepang sebagai mata uang safe haven menjadi serbuan pasar global pasca referendum Brexit yang membuat kondisi keuangan dunia menjadi tidak menentu. Setelah referendum Brexit 2 pekan lalu pasar lebih memilih aset safe haven untuk amankan portofolio investasi mereka salah satunya yen.
Yen yang sudah 4 hari berturut alami rally berusaha untuk terus melaju dimana dollar AS yang menjadi rival utamanya sedang tertekan oleh sentimen negatif yang berusaha membayangi pergerakan dollar. Untuk data ekonomi yang dirilsi pagi ini juga sedikit memberi tenaga dimana data leading indicatornya masih 100% dari periode sebelumnya di 100,35%.
Pergerakan kurs yen di sesi Eropa (09:30:35 GMT) menguat terhadap dollar AS, USDJPY yang dibuka lebih rendah pada 102.58 di awal perdagangan (00.00 GMT) turun 0,8% dan nilai pair bergulir berada pada 101,75.
Untuk pergerakan pair hingga akhir perdagangan sesi malam masih berpotensi melemah, sehingga analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair USDJPY selanjutnya lanjut turun ke kisaran 100,49-100.18. Namun jika terjadi koreksi, pair dapat naik kembali ke kisaran 101,57-101,79.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



