Pergerakan nilai tukar rupiah melemah pada akhir perdagangan pasar spot sesi Asia hari Jumat (7/10) setelah dibuka pada posisi lebih rendah dari perdagangan sebelumnya. Rupiah masih sulit bergerak kuat dikarenakan kondisi dollar AS yang sedang kuat-kuatnya lawan rival utama menanti data pekerjaan AS yang sangat penting bagi tenaga kenaikan Fed rate.
Lemahnya pergerakan rupiah tersebut membuat modal asing yang parkir di bursa Indonesia di tarik kembali melebihi aksi beli saham unggulan dengan net sell asing mencapai Rp573 miliar lebih atau lebih rendah dari awal sesi. Tarikan modal asing tersebut menekan IHSG yang lemah 0,7%.
Lihat: IHSG 7 Oktober Sesi 1 Tertekan Pelemahan Rupiah dan Bursa Asia
Pergerakan kurs rupiah di pasar spot siang ini bergerak negatif dengan posisi pelemahan 0,22% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13012/US$ setelah dibuka kuat pada level Rp12996/US$. Untuk kurs Jisdor dan kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperkuat dari perdagangan sebelumnya.
Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia lebih kuat di 13002 dari perdagangan sebelumnya di 12992, demikian kurs transaksi antar bank juga dilemahkan ke 13067 perdagangan sebelumnya 13057 .
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini berpotensi lemah pada akhir perdagangan oleh penguatan dollar AS, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di kisaran support 13100 dan resistance di 12960.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens



