Bursa Wall Street Mingguan Naik; Nasdaq Meningkat 1,8 Persen

701
wall street
Vibizmedia Photo

Bursa saham A.S. ditutup sebagian besar lebih tinggi pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (24/06) terpicu pulihnya harga minyak mentah.

Indeks S & P 500 naik 0,1 persen karena energi naik 0,7 persen untuk memimpin kenaikan dan mengakhiri penurunan empat hari beruntun. Saham energi berada di bawah tekanan karena harga minyak mentah jatuh pada kekhawatiran kelebihan pasokan.

Harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik 0,63 persen menjadi menetap di $ 43,01 per barel, setelah penurunan indeks IHS Markit produksi komposit mencapai level terendah tiga bulan, mendorong dolar melemah dan mengangkat harga minyak mentah.

Indeks Dow Jones ditutup datar dengan saham Boeing yang memberi kontribusi paling banyak dalam keuntungan dan saham Home Depot merupakan kerugian yang paling banyak.

Indeks Nasdaq naik 0,4 dan naik 1,84 persen dalam sepekan setelah rally tajam dalam perawatan kesehatan.

Saham perawatan kesehatan kembali menguat sekitar 0,1 persen pada Jumat, namun sektor ini masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 3,7 persen untuk mengungguli ruang lainnya.

Sedangkan Dow Jones naik tipis 0,05 persen dan S & P 500 naik 0,21 persen untuk minggu ini.

Wall Street juga terus mengawasi keuangan Jumat setelah hasil pengujian yang dirilis pada hari Kamis oleh the Fed menunjukkan 34 institusi yang diteliti memiliki modal yang cukup untuk membuatnya melalui skenario yang mirip dengan krisis keuangan. Hasilnya sempat mengangkat saham finansial pada hari Jumat.

Hasil Treasury turun dari level tertinggi 2017 baru-baru ini, dengan imbal hasil obligasi 10-tahun diperdagangkan sekitar 2,15 persen. Pada bulan Maret, diperdagangkan sekitar 2,6 persen.

Indeks harga konsumen turun 0,1 persen di bulan Mei, menimbulkan pertanyaan tentang apakah Fed akan dapat menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini. Kenaikan suku bunga berikutnya tidak sepenuhnya terjangkau hingga Maret 2018, menurut alat FedWatch CME Group.

Menambah kekhawatiran deflasi akhir-akhir ini, telah turunnya harga minyak. Minyak mentah A.S. turun lebih dari 4 persen minggu ini.

Dalam berita ekonomi, penjualan rumah baru naik 2,9 persen di bulan Mei, di bawah kenaikan yang diharapkan sebesar 3,7 persen.

Sementara itu, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa Fed tidak dapat secara langsung mengatasi masalah ketidaksetaraan, globalisasi dan tantangan yang dihadapi masyarakat berpenghasilan rendah, meskipun dapat membantu mengidentifikasi solusi bagi legislator untuk diambil. Mester tidak membahas kebijakan moneter.

Indeks Dow Jones turun 2,53 poin atau 0,01 persen menjadi ditutup pada 21.394,76, dengan kenaikan tertinggi saham Visa dan saham Home Depot yang tertinggal.

Indeks S & P 500 naik 3,80 poin atau 0,16 persen, ditutup pada 2.438,30, dengan energi memimpin enam sektor yang naik dan sektor keuangan tertinggal.

Indeks Nasdaq menguat 28,56 poin atau 0,46 persen, berakhir pada 6.265,25.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Mei yang diindikasikan naik.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak positif jika data ekonomi menguat dan harga minyak lanjutkan kenaikan.

Doni/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here