(Vibiznews – Commodity) – Harga cocoa dunia yang dijual di pasar komoditas internasional anjlok parah baik di ICE New York yang turun ke posisi terendah dalam 5 hari perdagangan sedangkan di ICE London jatuh ke posisi termurah sejak perdagangan 1 Oktober 2018. Turun tajamnya harga cocoa tersebut dipicu oleh laporan produksi kakao global.
Pemerintah Pantai Gading melaporkan bahwa petani mengirim 753,549 MT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober – 9 Des, yang naik 29,7% dari waktu yang sama tahun lalu. Juga, data dari Dewan Kakao Ghana menunjukkan pembelian dari petani kakao Ghana, produsen cokelat terbesar kedua dunia, mencapai 322.945 MT selama delapan minggu pertama panen dari 5 Oktober – 29 November atau naik 41,7% y/y.
Lain halnya di bursa ICE London, anjloknya harga kakao karena kelemahan dalam mata uang pound Inggris. Awal pekan harga kakao sempat rally ke level tertinggi 3-minggu setelah poundsterling jatuh ke level terendah 1-1/2 tahun.
Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York turun tajam $90 atau 4,08 persen pada posisi $2.116 per ton. Untuk harga kakao di bursa London turun $46 atau 2,51 persen pada posisi 1,486 pound per ton atau ditutup tidak berubah dari harga sebelumnya.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan akan kuat oleh proyeksi lemahnya mata uang dolar AS.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



