(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi dunia anjlok parah, baik kopi arabika di bursa ICE (Internasional Commodity Exchange) New York dan juga kopi Robusta di ICE London. Harga kopi memperpanjang penurunan 6-minggu-lama ke posisi terendah 2-1/ 2 bulan baru karena tanda-tanda produksi kopi global yang kuat mendorong penjualan dana berjangka kopi.
ICO melaporkan bahwa produksi kopi arabika global 2017/18 naik 1,7% y/y menjadi 101,3 juta kantong dan 2017/18 produksi kopi robusta naik 10,0% y/y menjadi 62,3 juta tas. Kemudian Cecafe melaporkan bahwa ekspor kopi hijau Brasil Nov melonjak 26% y/y menjadi 3,424 juta kantong, yang tertinggi untuk bulan November, dengan ekspor kopi arabika Nov naik 18% y/y menjadi 3,19 juta tas.
Sentimen negatif untuk harga robusta adalah data dari Departemen Bea Cukai Umum Vietnam yang menunjukkan ekspor kopi Vietnam Nov naik 32% y/y menjadi 138.138 MT, dan ekspor kopi Vietnam Jan-Nov naik 2.8% y/y di 1.72 MMT. Di sisi positif, ICO memangkas perkiraan surplus kopi global 2017/18 menjadi 1,59 juta tas dari estimasi Oktober 2,58 juta tas.
Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York ditutup turun 2,80 atau 2,66% pada posisi $102,35 per lb. Namun untuk harga kopi robusta kontrak bulan Januari turun $21 atau 1,36 persen pada $ 1.503 per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika akan terus turun oleh penguatan dolar dan robusta berpotensi kuat oleh penguatan kurs pound Inggris.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



