(Vibiznews-Forex) – Kurs poundsterling dalam pair GBPUSD sesi Eropa hari Rabu (12/12) masih bergerak rally sejak perdagangan sesi Asia yang rebound setelah selama 3 hari berturut anjlok parah hingga mencapai posisi terendah dalam hampir 2 tahun. Rebound mendapat tenaga dari pelemahan dolar AS.
Secara fundaemental posisi poundsterling sedang dalam tekanan kuat mengenai permasalahan Brexit yang akan dibicarakan pada KTT UE esok hari. Anjlok pair sebelumnya mendapat tekanan dari ditundanya pengambilan suara parlemen terhadap dukungan UU Brexit baru dan pernyataan Jerman yang tidak setuju jika Inggris menegoisasikan kembali Brexit.
Selain melihat dinamika pergerakan dolar, pasar dapat mempertimbangkan adanya berita partai Tory cukup suara untuk mengajukan mosi tidak pecaya kepada PM Inggris Theresa May.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD yang rally kecil sejak sesi asia berusaha naik ke posisi pivot dan jika tembus mendaki terus ke resisten kuatnya di R1. Namun jika retreat akan meluncur kembali ke posisi awal sesi di 1.2480 dan jika tembus meluncur ke S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1.2743 | 1.2685 | 1.2587 | 1.2525 | 1.2467 | 1.2438 | 1.2389 |
| Buy Avg | 1.2555 | Sell Avg | 1.2460 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group



