(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Senin, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,24% pada 1.1632.
Penurunan Euro juga terjadi akibat lonjakan harga minyak pada hari Senin berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro, yang bergantung pada impor minyak.
Namun penurunan Euro dibatasi data PMI manufaktur Zona Euro S&P final Mei direvisi lebih tinggi sebesar +0,2 poin menjadi 51,6, yang lebih kuat dari ekspektasi laporan yang tidak direvisi.
Selain itu, dari sisi positif euro, swap meningkatkan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp oleh ECB menjadi 94% dari 89% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 11 Juni.
Sore nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti bulan Mei Zona Euro, yang secara tahunan diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik jika permintaan safe haven dolar AS turun jika gencatan AS-Iran berlangsung. Juga jika data Inflasi dan Inflasi Inti bulan Mei Zona Euro terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1604-1.1577. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1662-1.1693.



