(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Senin, terdukung peningkatan permintaan afe haven setelah Iran mengatakan telah menghentikan pembicaraan gencatan senjata dengan AS, yang meningkatkan potensi ketegangan AS terhadap Iran.
Laporan tersebut memicu kenaikan lebih dari +5% pada harga minyak mentah, yang kemudian memicu kenaikan +4 basis poin pada imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka 10 tahun.
Indeks dolar AS berakhir naik 0,28% pada 99,18.
Dolar AS juga mendapat dukungan setelah data PMI manufaktur AS bulan Mei naik +1,3 poin menjadi 54,0, lebih kuat dari ekspektasi kenaikan +0,3 poin menjadi 53,0.
Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 16-17 Juni sebesar 2%.
Malam nanti akan dirilis data JOLTs Job Openings April AS yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan berlanjutnya lagi ketegangan AS-Iran yang meningkatkan permintaan safe haven. Namun jika gencatan senjata disepakati, akan menurunkan permintaan safe haven dolar AS. Juga jika data JOLTs Job Openings April AS terealisir menurun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,93-98,69. Namun jika naik, bergerak dalam kisaran Resistance 99,40-99,63.



