(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham kawasan Asia Pasifik hari Kamis (06/06) dibuka mixed dengan bursa saham Australia, Selandia Baru, Hong Kong dan Jepang bergerak untung. Sedangkan bursa saham China cetak kerugian oleh aksi profit taking pasar setelah sebelumnya menguat tinggi. Bursa saham Korea Selatan dilaporkan tutup untuk hari libur publik.
Optimisme investor saham di Asia Pasifik mengikuti keuntungan yang signifikan berhasil dicetak bursa Amerika di Wall Street karena keyakinan bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga tahun ini untuk mendukung ekonomi yang dipengaruhi oleh perang perdagangan yang sedang berlangsung.
Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang naik 0,27% meskipun saham-saham eksportir utama sedang rendah karena penguatan kurs yen Jepang seperti saham Mitsubishi Electric dan Panasonic masing-masing turun hampir 1 persen, demikian saham Sony menurun 0,6 persen dan Canon naik 0,1 persen.
Saham Nissan Motor kehilangan lebih dari 1 persen setelah pembuat mobil Fiat Chrysler mengatakan pihaknya menarik proposal untuk bergabung dengan produsen mobil Prancis Renault. Pemerintah Prancis dilaporkan mengatakan tidak akan mendukung merger kecuali Nissan menjamin akan terus bekerja sama dengan Renault
Bursa saham Australia menguat dengan indeks ASX200 naik 0,61% karena sebagian besar sektor diperdagangkan tinggi seperti sektor keuangan naik 0,69% seperti saham Empat bank besar – ANZ Banking, Westpac, National Australia Bank, dan Commonwealth Bank – menguat dalam kisaran 0,3 persen hingga 0,5 persen.
Pergerakan indeks saham yang negatif terjadi pada bursa saham China dengan indeks komposit Shanghai turun 0,59% dan komposit Shenzhen turun 0,74%. Indeks Taiex Taiwan turun 0,52% sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong naik tipis 0,1%.
Analis Vibiz Research Center melihat pasar saham sudah mulai mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS akan mengawasi perkembangan ekonomi domestik, dan akan melakukan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan ekspansi.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



