(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi Arabika berjangka di bursa komoditas internasional New York pada penutupan perdagangan Kamis (06/06) anjlok parah dari posisi tertinggi 3-1/2 bulan. Demikian untuk harga kopi Robusta di bursa ICE London terjun dari posisi tinggi 2 bulan.
Harga kopi dijual murah karena perkiraan dari Somar Meteorologia untuk suhu yang lebih hangat dan mengurangi risiko beku selama minggu depan di Minas Gerais, wilayah penghasil kopi arabika terbesar di Brasil.
Sebelumnya harga kopi rebound setelah laporan International Coffee Organisation (ICO) untuk memotong estimasi surplus kopi global 2018/19 menjadi 3,4 juta kantong dari perkiraan Mei 3,7 juta kantong. Selain itu, persediaan kopi saat ini terus menurun setelah persediaan kopi yang dipantau oleh ICE turun ke level terendah 8 bulan 2,389 juta kantong pada hari Rabu, turun dari tertinggi Maret 2,53 juta kantong pada bulan Maret 4-3/4.
Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu bulan Juli 2019 bursa New York ditutup turun tajam -6,55 poin atau 6,20% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $99.10 per lb. Sedangkan harga kopi robusta kontrak bulan Juli di London ditutup turun 71 poin atau 4,78% dari perdagangan sebelumnya ke posisi 1.413 per lb.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi robusta berpotensi naik lagi oleh sentimen penurunan pasokan berdasarkam laporan ICE.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



