(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah berjangka melonjak lebih dari $1 per barel pada perdagangan sesi Asia hari Kamis (08/08) di tengah melemahnya dolar, pulih setelah kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global akan melukai permintaan minyak mentah yang memicu kerugian lebih dari 4% di sesi sebelumnya.
Harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan harga internasional telah rebound ke $57,52 per barel, naik $ 1,29 atau 2,29% dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian juga harga minyak mentah Amerika atau minyak WTI melonjak $1,30 atau 2,54%, menjadi $ 52,39 per barel.
Harga kedua kontrak telah mencapai level terendah sejak Januari pada hari Rabu setelah peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS yang dilaporkan EIA menambah kekhawatiran bahwa perang perdagangan China-AS yang sedang berlangsung dapat semakin mengurangi pertumbuhan permintaan tahun ini.
Energy Information Administration AS melaporkan persediaan minyak mentah komersial di Amerika Serikat periode pekan lalu yang berakhir tanggal 2 Agustus naik 2,39 juta barel dibandingkan dengan ekspektasi pasar untuk penurunan 2,8 juta barel. Laporan ini yang membuat harga minyak perdagangan sebelumnya anjlok hingga ke posisi terendah 7 bulan.
Untuk perdagangan selanjutnya secara teknikal menurut analyst Vibiz research Center, harga minyak WTI diperkirakan berusaha mendaki ke posisi resisten 53.53 – 55.25. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun ke posisi support 50.42 – 49.33.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



