(Vibiznews – Index) – Bank sentral Amerika atau Federal Reserve mengakhiri pertemuan terakhir mereka di tahun 2019 dengan mengumumkan kebijakan moneternya sesuai perkiraan yaitu tidak mengubah suku bunganya. Namun dari hasil konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell saat umumkan hasil pertemuan mereka selama 2 hari memberikan proyeksi di tahun 2020.
Ketua Fed Jerome Powell menyarankan tidak akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga sampai inflasi naik secara signifikan. “Untuk menaikkan suku bunga, saya ingin melihat inflasi yang persisten dan itu signifikan,” kata Powell. “Sebuah kenaikan signifikan dalam inflasi yang juga persisten sebelum menaikkan suku bunga untuk mengatasi masalah inflasi. Itulah pandangan saya.”
Untuk proyeksi Fed terhadap inflasi, The Fed merevisi turun perkiraan untuk pertumbuhan harga konsumen inti pada 2019 menjadi 1,6 persen dari 1,8 persen, meskipun perkiraan inflasi untuk tiga tahun ke depan tidak berubah.
FOMC mencatat akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi yang diredam, karena menilai jalur yang sesuai untuk suku bunga.
Proyeksi ekonomi yang ditetapkan oleh Fed bersama tersebut menunjukkan mayoritas peserta FOMC mengharapkan suku bunga bank sentral Amerika tersebut tetap tidak berubah sepanjang tahun 2020.
Sebelum Jerome Powell umumkan kebijakannya, Departemen Tenaga Kerja umumkan tingkat harga konsumen di AS meningkat sedikit lebih dari yang diperkirakan pada bulan November. Inlasi naik 0,3 persen pada November setelah naik 0,4 persen pada Oktober. Ekonom telah memperkirakan harga naik tipis 0,2 persen. Untuk harga konsumen inti merangkak naik 0,2 persen pada November, sesuai dengan kenaikan yang terlihat pada bulan sebelumnya serta perkiraan ekonom.
Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



