(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu terus didominasi ketakutan investor atas penyebaran cepat pandemi virus corona atau COVID-19, dengan jumlah korban wabah virus yang terus meningkat di berbagai negara. Berita resmi terakhirnya hampir 5500 orang sudah meninggal dan 145 ribu lebih orang terinfeksi di dunia, dan menyebar ke 145 negara. Pasar saham dunia bergejolak, tergerus tajam dengan volatilitas tinggi. Investor global cenderung memilih likuiditas yang menaikkan permintaan US dollar dan menjatuhkan harga emas dunia.
Minggu berikutnya, isyu pandemi COVID-19 masih akan terus mewarnai pergerakan pasar, dengan kekhawatiran atas risiko pelambatan ekonomi global, yang membuat investor semakin berhati-hati. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 16-20 March 2020.
Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau melemah tajam searah dengan bursa seluruh dunia dalam pasar yang volatile, di hari terakhir beranjak dari -5% berakhir positif. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya melemah tajam dalam kekhawatiran investor atas cepatnya penyebaran wabah virus corona. Secara mingguan IHSG ditutup melemah tajam 10.75% ke level 4,907.571, posisi sekitar 4 tahun terendahnya. Untuk minggu berikutnya (16-20 Maret 2020), IHSG ada peluang rebound pendek dari oversold dalamnya namun masih dibayangi kuat oleh sentimen negatif. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 5278 dan kemudian 5364, sedangkan support level di posisi 4639 dan kemudian 4456.
Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau tertekan tajam oleh keluarnya dana asing, sementara dollar global tampil perkasa, sehingga rupiah secara mingguan melemah signifikan 3.79% ke level Rp 14,770, ke level 16 bulan terendahnya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih menanjak, atau bias negatif bagi rupiah, dalam range antara resistance di level Rp14,865 dan Rp14,934, sementara support di level Rp14,281 dan Rp14,095.
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
- Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales m/m pada Selasa malam; disambung dengan rilis FOMC Statement dan pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan dipangkas 50 bps ke level <0.75%; berikutnya data Philly Fed Manufacturing Index pada Kamis malam.
- Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore.
- Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis pengumuman BI 7-DRRR pada Kamis siang yang diperkirakan akan dipangkas ke level 4.50%.
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum perkasa dalam rally kuat 4 hari ditopang oleh naiknya permintaan dollar sebagai likuiditas dan rencana Trump untuk mengumumkan darurat nasional mengatasi wabah virus, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat tajam ke 98.95. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tajam ke 1.1106. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1368 dan kemudian 1.1494, sementara support pada 1.1056 dan 1.0879.
Pound sterling minggu lalu terlihat melemah tajam ke level 1.2278 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2978 dan kemudian 1.3201, sedangkan support pada 1.2195 dan 1.1959. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 107.92. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.50 dan 110.70, serta support pada 103.09 serta level 101.19. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.6184. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6540 dan 0.6686, sementara support level di 0.6122 dan 0.6004.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah tajam oleh investor yang khawatir penyebaran cepat wabah virus corona dalam pergerakan pasar yang wild. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah tajam ke level 17,431. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 19973 dan 21720, sementara support pada level 16690 dan 16111. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 24,033. Minggu ini akan berada antara level resistance di 25561 dan 27067, sementara support di 22519 dan 21492.
Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau tergerus melewati pasar yang volatile, sempat jatuh terdalam sejak crash tahun 1987 dan di hari terakhir rebound 9% -terkuat sejak 2008- oleh rencana stimulus dan penanganan corona virus dari pemerintahan Trump. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 23,185.62, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25021 dan 27102, sementara support di level 21154 dan 20553. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 2,711.02, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2883 dan 3133, sementara support pada level 2478 dan 2346.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi dalam –penurunan mingguan yang tertajam sejak 1983- oleh investor yang cenderung memilih cash untuk mengatasi margin call di portfolio investasi lainnya, sehingga harga emas spot melemah tajam 8,76% ke level $1,528.90 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1650 dan berikut $1703, serta support pada $1505 dan $1479.
Bagaimana hasil trading investasi Anda? Ada yang bagus, dan ada yang buruk, mungkin. Di tengah pasar yang bergejolak, semakin tidak mudah bermain di pasar instrumen investasi ini. Faktanya, sejujurnya, jauh lebih banyak kelompok orang yang mengalami loss ketimbang profit secara konsisten. Mereka yang menang umumnya adalah para professional trader dan investor yang menekuni dan mempelajari pasar dan metodologi untuk mememenangkannya begitu rupa. Bagaimanapun, tidak ada short cut untuk menjadi high gainers. Tapi vibiznews dapat membantu Anda mempercepat proses belajar dan mendampingi saat membutuhkan informasi pasar terkini secara akurat. Untuk diingat, kami ada untuk sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting
Editor: Asido