(Vibiznews – Commodity) Harga minyak berjangka Nymex, West Texas Intermediate (WTI) membalikkan penurunan harga di bawah $45 kembali ke atas $45 dengan pada akhir minggu ini, OPEC dan sekutunya (OPEC+) diperkirakan akan mengumumkan pemangkasan produksi yang diperpanjang dengan kenaikan secara bertahap di dalam produksi dalam bulan – bulan yang akan datang.
Pada awal minggu ini, Arab Saudi dan Rusia tetap berada dipersimpangan mengenai keputusan apakah akan memperpanjang pemangkasan produksi minyak, yang mengakibatkan tidak adanya kompromi diantara para anggota kartel minyak tersebut. OPEC+ kembali mengadakan pertemuan pada hari Kamis untuk menyimpulkan hasil diskusi dan pada akhirnya mencapai kesepakatan mengenai kebijakan produksi.
Selain itu, harapan, yang digerakkan oleh vaksin coronavirus, akan adanya pembalikkan ekonomi yang cepat pulih kembali, dikombinasi dengan obrolan mengenai stimulus fiskal AS mendukung sentimen terhadap minyak yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi.
Meskipun demikian pergerakan naik harga minyak tetap harus diwaspadai ditengah data mingguan persediaan minyak mentah AS yang penurunannya kurang daripada yang diperkirakan. Menurut publikasi dari Energy Information Administration (EIA) persediaan minyak mentah AS hanya berkurang 679.000 barel dalam minggu yang berakhir pada tanggal 27 November, kurang dari penurunan sebanyak 2,4 juta barel yang diperkirakan.
Kenaikan lebih lanjut akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $46.13 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $47.04 dan kemudian $48.09. Sementara penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $44.16 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $43.10 dan kemudian $42.19.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



