(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah benchmark Amerika, WTI, jatuh ke $46.71, turun 0.05% intraday, selama perdagangan sesi Asia hari Senin, ditengah membaiknya minat terhadap resiko di pasar. Benchmark energy ini tidak bisa keluar dari kerugiannya ditengah terus mengamuknya Covid – 19 di Amerika Serikat dan Eropa.
Dengan jumlah infeksi dan kematian mencapai rekor, lockdown secara lokal kembali diterapkan di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Jerman memperluas aktifitas restriksinya dan pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk tidak menerima pendatang ke Tokyo dan Nagoya.
Hal lain yang menekan harga minyak adalah kenaikan penyulingan minyak AS dari 246 ke 258, sebagaimana yang dilaporkan oleh Baker Hughes. Terlebih lagi, lompatan persediaan minyak mentah AS ke 15.189.000 dibandingkan dengan – 679.000 sebelumnya, sebagaimana yang dilaporkan oleh EIA.
Sementara itu, sentimen “risk-on” yang muncul didukung oleh harapan akan vaksin dan stimulus Covid AS, ditambah dengan melemahnya dolar AS, menahan turunnya harga minyak WTI lebih jauh.
Penurunan lebih jauh dari harga minyak akan berhadapan dengan “support” terdekat di $46.35 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $45.96 dan kemudian $45.42. Kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $47.28 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $47.82 dan kemudian $48.21.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



