(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah benchmark Amerika, WTI, diperdagangkan turun ke $47.13. Isu negatip bagi minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di Nymex ini adalah diketemukannya jenis baru virus corona yang diumumkan ditemukan oleh World Health Organization di Netherland, Denmark dan Australia.
Informasi ini meningkatkan level resiko bahwa pandemic yang disebabkan oleh virus corona ini kemungkinan tidak akan bisa diatasi dengan segera bahkan jika prosedu vaksin mulai dengan cepat dan sebagian populasi dunia membangun imunitas yang spesifik.
Selain itu faktor yang menekan harga minyak mentah WTI ini adalah data terbaru dari Baker Hughes yang agak “bearish”: selama minggu sebelumnya, jumlah total penyulingan di Amerika Serikat bertambah sebanyak 5 unit, setelah penambahan sebanyak 12 unit pada minggu sebelumnya lagi.
Faktor positip yang menahan penurunan harga minyak mentah WTI ini adalah para pemain di pasar positip terhadap keputusan regulator di Amerika Serikat untuk menstimulir ekonomi di Amerika Serikat yang pada gilirannya akan menaikkan permintaan energy nantinya.
Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $46.71 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $45.55 dan kemudian $43.66. Sementara kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $48.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $49.32 dan kemudian $51.21.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



