Kesepakatan Brexit dan Stimulus Fiskal AS — Market Outlook, 28-31 December 2020 by Alfred Pakasi

1435

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Negosiasi pasca Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa yang akhirnya bersepakat untuk menghindari skenario no-deal Brexit.
  • Perkembangan kesepakatan paket stimulus fiskal AS yang diminta oleh Trump untuk dinaikkan pembagian per orangnya dari $600 menjadi $2,000.
  • Pasar dalam volume tipis dalam libur Natal Tahun baru, sambil terus memantau jalannya vaksinisasi di tengah munculnya virus corona jenis baru di Inggris.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 80 juta orang terinfeksi di dunia dan 1.75 juta orang meninggal, dan menyebar ke 217 negara dan teritori.

Pasar saham dunia agak mixed, harga emas terkoreksi, US dollar berupaya bangkit, sedangkan IHSG mengakhiri rally 11 mingguannya.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi, dan hasil Pilpres AS akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 28-31 December 2020.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi setelah rally mingguan selama 11 pekan berturut-turut dan memberikan gain sekitar 27%, digerus oleh aksi profit taking di tengah kasus baru virus yang masih tinggi. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya variatif. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 1.57%, atau 95.615 poin, ke level 6,008.709. Untuk minggu berikutnya (28-30 Desember 2020) yang pendek karena libur Tahun Baru, IHSG kemungkinan agak mixed antara siklus penguatan di akhir tahun dengan profit taking dari tren bullish belakangan ini, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6,195 dan kemudian 6,242, sedangkan support level di posisi 5,735 dan kemudian 5,775.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau melemah oleh capital outflow dalam sentimen negatif varian baru virus, sementara dollar global berupaya bangkit, sehingga rupiah secara mingguannya melemah 0.72% ke level Rp 14,212. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan balik melandai, atau kemungkinan rupiah bergerak stabil kembali, dalam range antara resistance di level Rp14,274 dan Rp14,303, sementara support di level Rp14,003 dan Rp13,992.

===

Bank Indonesia (BI) dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) Desember 2020, antara lain menjelaskan perbaikan pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan terus berlangsung secara bertahap dan akan meningkat pada tahun 2021. Perkembangan tersebut terindikasi pada berlanjutnya kinerja positif sejumlah indikator pada November 2020.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mulai positif pada triwulan IV 2020 dan pada kisaran -1% hingga -2% pada 2020, serta selanjutnya meningkat pada kisaran 4,8-5,8% pada 2021.

Lembaga pemeringkat internasional Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB+/outlook stabil (investment grade) pada 22 Desember 2020.

Pengukuhan rating Indonesia pada peringkat BBB+ dengan outlook stabil mencerminkan terjaganya keyakinan stakeholder internasional terhadap ketahanan perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang secara signifikan menekan perekonomian global.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum berupaya bangkit di perdagangan yang tipis, dipicu sebagai safe haven oleh varian baru virus corona di Inggris walau kemudian terkoreksi oleh deal perundingan Brexit di akhir pekan, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat terbatas ke 90.22. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.2179. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2273 dan kemudian 1.2289, sementara support pada 1.2059 dan 1.1800.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat tipis ke level 1.3531 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3625 dan kemudian 1.3792, sedangkan support pada 1.3134 dan 1.2854. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat tipis ke level 103.66.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.35 dan 108.17, serta support pada 103.08 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7594 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7676 dan 0.7712, sementara support level di 0.6807 dan 0.6776.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed bias melemah dengan investor mencermati persetujuan stimulus fiskal AS dan kenaikan kasus virus di dunia. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah terbatas ke level 26,656. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27040 dan 27105, sementara support pada level 25425 dan 23505. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah tipis ke level 26,386. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27040 dan 27105, sementara support di 25909 dan 25343.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau variatif di tengah pasar yang tipis karena libur Natal Tahun Baru sambil mencermati perkembangan paket stimulus bentuk tunai yang dinginkan Trump pada angka lebih besar US$2,000 per orang. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat terbatas ke level 30,199.88, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 30320 dan 30500, sementara support di level 29231 dan 28902. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 3,702.9, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3734 dan 3775, sementara support pada level 3546 dan 3327.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah terbatas oleh perkembangan kesepakatan Brexit yang mendorong investor ke risk asset, sehingga harga emas spot secara mingguan terkoreksi tipis ke level $1,879.55 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1896 dan berikut $1900, serta support pada $1764 dan $1747.

 

Melewati tahun yang penuh gejolak pasar, akhirnya kita bersama sekarang memasuki minggu terakhir tahun 2020. Tahun yang sangat berbeda. Tahun pademi dunia. Banyak pelajaran dapat diambil untuk kepentingan strategi investasi melewati fluktuasi pasar ini. Namun, tidak banyak investor yang punya waktu lebih untuk pelajari pasar secara detail karena kesibukan kerja dan yang lainnya. Untuk kebutuhan demikian, vibiznews.com harusnya menjadi jalan pintas untuk kapan saja dan setiap waktu mengetahui situasi tren pasar, baik dari sisi historis maupun outlook-nya. Bergabunglah bersama kami. Bagi Anda yang sudah, disampaikan terima kasih kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!  Pada kesempatan ini, kami sampaikan juga bagi para pembaca: “Selamat Hari Natal – Desember 2020- dan Selamat Tahun Baru -1 Januari 2021”.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here