Stimulus Fiskal AS, Vaksin dan Perkembangan Virus — Market Outlook, 4-8 January 2021 by Alfred Pakasi

1453

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Perkembangan stimulus fiskal AS setelah satu senator AS merintangi penambahan cek tunai yang disetujui Trump menjadi $2,000 per kepala.
  • Investor mencermati dampak keluarnya secara resmi Inggris dari Uni Eropa sehubungan masih terdapatnya sejumlah isu krusial yang belum terselesaikan.
  • Perkembangan vaksin versus penularan Covid–19, dengan Inggris telah menyetujui vaksin AstraZeneca serta restriksi ketat namun penularannya tetap naik.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 84.4 juta orang terinfeksi di dunia dan 1.8 juta orang meninggal, dan menyebar ke 217 negara dan teritori.

Pasar saham dunia menguat, harga emas menanjak, US dollar kembali tertekan, sedangkan IHSG terkoreksi lagi.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi, dan hasil Pilpres AS akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Market Review and Outlook 4-8 January 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi kembali oleh aksi profit taking investor asing di tengah kasus baru virus yang masih tinggi. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya menguat. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 0.49%, atau 29.636 poin, ke level 5,979.073. Untuk minggu berikutnya (4-8 Januari 2021), IHSG kemungkinan masih diintip profit taking dari bullish 11 pekan sebelumnya dengan gain sekitar 25%, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6,195 dan kemudian 6,242, sedangkan support level di posisi 5,853 dan kemudian 5,735.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau rebound dari koreksi minggu sebelumnya, sementara dollar global kembali melemah, sehingga rupiah secara mingguannya menguat 1.00% ke level Rp 14,070. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan bias menurun, atau kemungkinan rupiah bias penguatan, dalam range antara resistance di level Rp14,274 dan Rp14,303, sementara support di level Rp14,003 dan Rp13,992.

===

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan POJK perpanjangan kebijakan stimulus Covid-19 di sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Kebijakan ini diterbitkan sebagai upaya mengoptimalkan kinerja lembaga jasa  keuangan  non-bank,  menjaga stabilitas  sistem  keuangan,  serta  mendukung  pertumbuhan  ekonomi  pada masa pandemi Covid-19.

Peraturan baru ini juga berisi perpanjangan kebijakan restrukturisasi pembiayaan yang dilakukan Perusahaan Pembiayaan, yang hingga 15 Desember 2020, total restrukturisasi pembiayaan sudah mencapai Rp188,32 triliun dari 4,94 juta kontrak.

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada November 2020, yang tercatat sebesar Rp6.817,5 triliun, atau tumbuh sebesar 12,2% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,5% (yoy).

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah oleh pandangan bearish dollar pada tahun 2021, dipicu persetujuan stimulus fiskal AS dan kemungkinan bertambahnya lagi di tahun ini, dimana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah terbatas ke 89.93. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.2216. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2310 dan kemudian 1.2414, sementara support pada 1.2059 dan 1.1800.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3656 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3686 dan kemudian 1.3792, sedangkan support pada 1.3134 dan 1.2854. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah tipis ke level 103.25.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 105.35 dan 108.17, serta support pada 103.08 serta level 101.18. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7700 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7712 dan 0.7742, sementara support level di 0.7462 dan 0.6807.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat dengan naiknya risk assets di tengah berita persetujuan stimulus fiskal AS dan kenaikan aktivitas manufaktur China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat tajam ke level 27,444. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27602 dan 27700, sementara support pada level 26362 dan 25425. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 27,231. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27341 dan 28055, sementara support di 25999 dan 25909.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat dan mencetak rekor baru kembali setelah rilis klaim pengangguran yang di bawah ekspektasi. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 30,606.49, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 30637 dan 30750, sementara support di level 29755 dan 29231. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 3,758.3, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3763 dan 3775, sementara support pada level 3607 dan 3546.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat terbatas oleh pelemahan USD dan membukukan gain tahunan sebesar 24%, yang terbaik dalam dekade terakhir, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,898.39 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1907 dan berikut $1965, serta support pada $1819 dan $1764.

Kalau di pasar investasi itu, krisis ataupun recovery bisa menguntungkan tetapi bisa juga merugikan. Yang penting pemilihan instrument investasinya tepat dan pada timing yang pas pula. Dengan demikian, apapun situasi dunia di tahun 2021 yang baru ini, sekalipun ada global pandemic, akan selalu ada peluang investasi. Anda hanya butuh partner saja yang dapat dipercaya. Tidak salah bila telah memilih Vibiznews, partner sukses investasi Anda. Dengan ini, kepada semua pembaca kembali disampaikan “Selamat Tahun Baru 2021” untuk menyongsong era baru yang membawa keberhasilan.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here