(Vibiznews – Commodity) Minyak mentah berjangka WTI mengalami kenaikan yang signifikan di dalam perdagangan baru – baru ini dan meledak diatas $52.00 untuk pertama kalinya sejak tanggal 24 Februari. Tidak ada berita yang spesifik atau tema dibelakang kenaikan harga minyak mentah baru – baru ini dan kenaikan ini bahkan tidak terpengaruh dengan menguatnya dolar AS yang biasanya menjadi faktor yang negatip bagi harga minyak mentah dan juga tidak terpengaruh dengan sejenak goyangnya pasar saham AS
Berbagai faktor yang telah mendukung naik pasar minyak mentah pada minggu lalu termasuk kemenangan Demokrat secara mengejutkan ditengah isu kecurangan di dalam pemilihan Senat di Georgia yang memberikan kepada mereka kontrol atas Senat dan membuka pintu kepada dikeluarkannya stimulus fiskal yang signifikan lebih lanjut, yang bisa mendorong naik permintaan minyak mentah. Selain itu, pemangkasn produksi secara sukarela oleh Arab Saudi sebanyak 1 juta barel per hari di bulan Februari dan Maret nanti, untuk memastikan bahwa pasar minyak mentah tidak menjadi kelebihan persediaan.
Terlebih lagi, ekspektasi akan naiknya inflasi dengan ekonomi global mulai melakukan vaksinisasi sendiri dan pulih dari dampak pandemik Covid – 19 ditengah terus berlangsungnya stimulus fiskal dan moneter yang dimulai sejak 2020 juga mendorong naik harga minyak mentah. Selain lebih dinginnya cuaca di Asia Utara yang menyebabkan penurunan yang lebih besar daripada yang diperkirakan dari persediaan minyak di penyulingan, menambah naiknya harga minyak mentah. Permintaan juga menguat di Amerika Serikat dibandingkan dengan yang diperkirakan sebagaimana yang ditunjukkan oleh data inventori dari Energy Information Administration (EIA) yang turun sebanyak 8 juta barel.
Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $53.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $53:50 dan kemudian $54.49. Sedangkan “support” terdekat menunggu di $52.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $52.00 dan kemudian $51.00.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



