Profit Taking Bursa dan Perpanjangan PPKM — Domestic Market Outlook, 1-5 February 2021 by Alfred Pakasi

809

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Masih tingginya penambahan kasus Covid-19 di tengah perpanjangan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), namun juga penambahan yang sembuh mencetak rekor.
  • Tidak stabilnya bursa Amerika dan global turut memicu aksi profit taking di pasar domestik.
  • IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2021 sebesar 5.5%, namun merevisi turun pertumbuhan PDB Indonesia 2021 ke 4.4%.
  • Tingkat inflasi dilaporkan BI tetap rendah dan terkendali.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 1,051 ribu orang terinfeksi, 852 ribu sembuh, dan 29 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 1-5 February 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau melemah tajam 7 hari di tengah naiknya kasus virus dan pengaruh sentimen negatif regional. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya melemah. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 7.05%, atau 444.775 poin, ke level 5,862.352. Untuk minggu berikutnya (1-5 Februari 2021), IHSG kemungkinan akan berupaya rebound dari area oversold-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6,270 dan kemudian 6,505, sedangkan support level di posisi 5,775 dan kemudian 5,594.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau bergerak cenderung stabil dalam konsolidasi 3 minggu terakhir, sementara dollar global rebound lagi, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melemah terbatas 0.11% ke level Rp 14,050. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan bias menurun, atau kemungkinan rupiah bias penguatan, dalam range antara resistance di level Rp14,217 dan Rp14,303, sementara support di level Rp13,915 dan Rp13,862.

===

Bank Indonesia pekan lalu merilis Tinjauan Kebijakan Moneter Januari 2021 yang menyebutkan bahwa pemulihan perekonomian global diprakirakan berlanjut, sementara pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan meningkat secara bertahap pada 2021.

Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional. Sinergi kebijakan dilakukan melalui pembukaan sektor ekonomi produktif dan aman, akselerasi stimulus moneter dan makrorpudensial, penyaluran kredit perbankan kepada dunia usaha pada sektor prioritas, mengakselerasi digital ekonomi dan keuangan serta percepatan pendalaman pasar keuangan.

Tingkat inflasi dilaporkan BI berada pada level yang rendah dan terkendali. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Januari, perkembangan harga pada bulan Januari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,34% (mtm), dan secara tahunan sebesar 1,64% (yoy).

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Mengakhiri bulan pertama di tahun 2021 ini, pasar terpantau fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Sebagian investor mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas arahnya. Sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu active trading karena dinamika pasar yang lumayan belakangan ini. Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge yang updated dengan indikator pasar terkini. Bersama vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai lebih lagi sukses Anda di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here