Rekomendasi Minyak 18 Februari 2021: Turun dari Ketinggian 13 Bulan

476

(Vibiznews – Commodity) Minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan dalam rentang yang ketat pada hari Selasa dan ditutup pada harga yang tidak berubah sedikit diatas $60.

Namun, dengan produksi minyak mentah terhenti di negara bagian penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Serikat, Texas, karena datangnya badai musim dingin, WTI kembali mendapatkan daya tariknya pada hari Rabu dan menyentuh level tertingginya sejak bulan Januari 2020 di $61.30. Namun pada perdagangan sesi selanjutnya terkoreksi turun Kembali ke $60.20.

Sementara disrupsi atas produksi minyak mentah AS karena badai musim dingin yang menerjang Texas akan menyebabkan penurunan persediaan minyak mentah AS, laporan persediaan minyak mentah AS dari American Petroleum Institue’s (API), tetap ditunggu pasar.

Hal lain yang mendorong naik harga minyak ke atas $61 adalah hanya ada sedikit keengganan terhadap risiko di pasar, dengan pandemi melonggarkan cengkeramannya atas banyak negara – negara maju dan ekonomi diperkirakan akan “rebound” dengan kuat ke depannya.

Namun selanjutnya harga minyak WTI terkoreksi karena naiknya dollar AS. Sementara pasar saham terus bersemangat dengan prospek stimulus ini, keprihatinan mengenai dikeluarkannya hutang yang massif dan potensi terjadinya inflasi telah menggerakkan investor pergi dari obligasi yang otomatis menaikkan imbal hasil obligasi sehingga membuat dollar AS menjadi lebih menarik.

Koreksi atas harga minyak WTI menjadi bertambah dengan Reuters melaporkan bahwa Menteri Minyak India menyuarakan keprihatinannya atas naiknya harga minyak dan mendesak OPEC+ untuk melonggarkan pemangkasan produksi.

“Support” terdekat menunggu di $59.62 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $59.01  dan kemudian $58.67. “Resistance” yang terdekat menunggu di $60.58 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $62.25 dan kemudian $63.15.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here