Rekomendasi Minyak 26 Februari 2021: Terkoreksi untuk Naik ke $64?

618

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka Nymex berbalik turun ke $63.50 setelah sempat mencapai level tertinggi dalam 13 bulan di $63.78.

Terkoreksinya harga minyak ini bisa dilihat sebagai tanda “bullish” minyak sedang mengalami kelelahan, dengan para pembeli mengambil nafas sejenak sambil mengumpulkan tenaga untuk menembus keatas batas $64.

Emas hitam ini mendapatkan dukungan keatas dari laporan mingguan Energy Information Administration (EIA) yang dipublikasikan pada hari Rabu, yang menunjukkan bahwa produksi minyak mentah AS turun sebanyak 10%, karena refinery turun ke level terendah sejak 2008 yang disebabkan oleh karena badai musim dingin di Texas.

Selanjutnya, rally risk-on di pasar saham dunia, dihadapan “reflation-trade”, memberikan dukungan terhadap asset minyak yang lebih berisiko.

Meskipun demikian kenaikan lebih lanjut kelihatannya mandek saat ini, karena naiknya yields Treasury AS membuat daya tarik minyak sebagai alternatif bagi assets dengan yields yang lebih tinggi menjadi tidak menarik.

Selain itu, laporan bahwa OPEC dan sekutunya sedang merencanakan untuk sedikit menaikkan produksi minyak ke 500.000 barel per hari, juga membuat investor takut.

Order durable goods AS naik sebanyak 3.4% pada bulan Januari, lebih baik daripada yang diperkirakan, klaim pengangguran minggu secara mengejutkan turun ke 730.000. Sementara GDP kuartal ke empat di revisi naik ke 4.1%, sebagaimana dengan yang diperkirakan.

“Support” terdekat menunggu di $63.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $62.50  dan kemudian $61.64. “Resistance” yang terdekat menunggu di $64.03 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $64.87 dan kemudian $66.42.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here