(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) semula tertekan turun oleh karena menguatnya dollar AS secara luas. Namun berita yang positip dari pertemuan OPEC+ berhasil mengangkat naik lagi harga minyak mentah WTI sehingga mencapai lebih dari $61.00, di sekitar $61.30.
Dolar AS mengalami kenaikan disebabkan oleh naiknya yields obligasi pemerintah AS.
Salah satu penggerak utama dari naiknya yields Treasury dan dollar AS adalah rencana stimulus fiscal AS yang merupakan paket kelegaan Covid senilai $1.9 triliun. Setelah berhasil melewati House of Representative, sekarang bolanya ada pada Senat AS. Jika stimulus yang keluar tidak jauh dari $1.9 triliun, dollar AS bisa naik lagi, namun jika stimulus yang keluar mengarah hanya sebesar $1 triliun maka dollar AS akan mengalami penurunan.
Harga minyak mentah WTI bangkit lagi pada saat pertemuan OPEC+ berlangsung. Kenaikan ini disebabkan karena para pemimpin OPEC+ dilaporkan sedang mempertimbangkan meneruskan pemangkasan produksi minyak mentah dari bulan Maret ke bulan April. Bukannya menaikkan produksi seperti yang diisukan belakangan ini. Sementara itu, para analis memperkirakan para pemimpin akan menaikkan produksinya secara bertahap.
“Support” terdekat menunggu di $60.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $59.16 dan kemudian $58.76. “Resistance” yang terdekat menunggu di $61.72 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $62.34 dan kemudian $63.66.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



