(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Pasar digerakkan sentimen optimisme pemulihan ekonomi AS dari stimulus fiskal $1.9 triliun serta membaiknya data ekonomi AS dalam GDP, klaim pengangguran, dan inflasi.
- Perkembangan data ekonomi AS ini akan terus dimonitor pasar, terutama data NFP yang akan dirilis Jumat nanti.
- Masalah lambatnya supply vaksin AstraZeneca antara Uni Eropa dengan Inggris dan ancaman gelombang ketiga virus corona di Eropa terus dicermati pasar.
Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 126.7 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.78 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.
Pasar saham dunia mixed dengan bias menguat, harga emas terkoreksi, dan US dollar lanjut menguat.
Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 29 March – 2 April 2021.
===
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum menguat di bawah level 4,5 bulan tertingginya, terpicu oleh optimisme pemulihan ekonomi di AS dengan membaiknya data pengangguran dan bergulirnya vaksinasi, sedangkan di Eropa dalam lockdown lagi, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 92.77. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tajam ke 1.1793. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1906 dan kemudian 1.2049, sementara support pada 1.1745 dan 1.1710.
Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3781 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4001 dan kemudian 1.4182, sedangkan support pada 1.3674 dan 1.3566. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 109.67. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 109.85 dan 111.30, serta support pada 108.33 serta level 106.65. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7642. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7749 dan 0.7838, sementara support level di 0.7563 dan 0.7462.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum fluktuatif dan bias melemah mengikuti pergerakan Wall Street serta adanya kekhawatiran terhambatnya pemulihan ekonomi oleh gelombang ketiga virus di Eropa. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah tipis ke level 29,177. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 30,485 dan 30,714, sementara support pada level 28,308 dan 27,630. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,336. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29,596 dan 31,183, sementara support di 27,505 dan 27,457.
Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat oleh optimisme atas pembukaan ekonomi kembali serta data inflasi yang dirilis di bawah perkiraan. Dow Jones secara mingguan menguat ke level 33,072.9, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 33,100 dan 33,228, sementara support di level 31,822 dan 30,547. Index S&P 500 minggu lalu menguat dalam rekor ke level 3,972.7, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3977 dan 3989, sementara support pada level 3798 dan 3722.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi dari rally dua minggunya oleh penguatan dollar dan kenaikan yields US Treasury yang mengurangi permintaan emas, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah terbatas ke level $1,732.77 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1755 dan berikut $1776, serta support pada $1699 dan $1676.
Variasi pasar kembali menampakkan dirinya belakangan ini. Di tengah ketidakpastian perkembangan ekonomi dan penanganan wabah virus di kawasan Eropa, serta masih rapuhnya pemulihan ekonomi di banyak negara, pasar mata uang tampil menunjukkan trend-nya. Gejolak pasar, kalau kita perhatikan, bisa berbentuk volatilitas yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya. Memang demikian situasi dan kondisi pasar. Untuk ambil keuntungan terhadap pasarnya, nampaknya, kitalah yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill. Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting
Editor: Asido


