(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) mengalami pergerakan yang volatile pada minggu lalu sebelum keluarnya keputusan kebijakan produksi dari OPEC dan sekutunya yang membangkitkan optimisme.
Harga minyak mentah diperdagangkan naik ke atas $61, ke $61.27 dari ke rendahannya di sekitar $60, setelah negara – negara OPEC+ memutuskan untuk memperpanjang pemangkasan produksi sebulan lagi dengan melonggarkan secara bertahap dimana untuk bulan Mei hanya menambah 350.000 barel per hari dan selanjutnya untuk bulan Juni hanya menambah 350.000 barel per hari juga dan pada bulan Juli baru dinaikkan sedikit ke 400.000 barel per hari.
Emas hitam ini mengalami rally sebanyak 4% pada hari Kamis minggu lalu, dalam respon yang positip terhadap hasil pertemuan OPEC+.
Aksi jual terhadap dollar AS yang digerakkan oleh turunnya yields treasury AS juga berkolaborasi memberikan momentum naik terhadap komoditas yang berdenomisikan dollar AS seperti minyak mentah WTI.
Meskipun demikian naiknya NFP AS ke 916.000 yang jauh mengatasi dari yang diperkirakan 647.000 dan dari bulan lalu setelah direvisi naik 156.000 pada saat terakhir menjelang penutupan perdagangan sesi AS, membuat kenaikan harga minyak terhenti di $61.27.
Ditambah lagi dengan gelombang baru dari coronavirus yang melanda Eropa dan dunia yang menyebabkan diberlakukannya lockdown yang baru menebarkan awan gelap atas prospek pemulihan ekonomi global yang menghalangi kenaikan permintaan terhadap minyak mentah di masa yang akan datang. Menteri Energi Arab Saudi Prince Abdulaziz bin Salman mengatakan bahwa pemulihan pasar masih jauh dari komplit.
Sementara itu, angka penyulingan minyak yang aktif di AS meningkat ke 337 dari minggu lalu di 324, yang memberikan kontribusi bagi turunnya komoditi minyak mentah.
“Support” terdekat menunggu di $60.09 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $58.59 dan kemudian $56.70. “Resistance” yang terdekat menunggu di $62.39 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $63.49 dan kemudian $65.23.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



