(Vibiznews – Commodity) Pasar minyak mentah, terus mengalami penurunan harga yang tajam dalam sehari pada hari Senin kemarin, meskipun sekarang berhasil kembali pulih hampir 2.0% dari posisi terendah dalam perdagangan sesi sebelumnya.
Minyak mentah benchmark Amerika ini, West Texas Intermediary (WTI) yang memulai hari diatas $61.00, sempat turun menyentuh level terendah di $57.60 an, pada pertengahan perdagangan sesi Amerika Serikat, namun sekarang berhasil naik melewati $59.00 di sekitar $59.38.
Harga minyak mentah WTI telah bergerak dalam rentang harga dari ketinggian mendekati $62 ke kerendahan mendekati $57 selama dua minggu terakhir. Apabila berhasil menembus support di kerendahan $57, bisa membuka pintu terhadap aksi jual lebih lanjut ke arah rentang harga baru di $52 – $54.
Turunnya harga minyak mentah WTI ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Hal utama dari penurunan harga minyak WTI adalah berkurangnya permintaan minyak sehubungan dengan meningkatnya infeksi Covid – 19 yang mencapai rekor di negara – negara emerging market seperti India dan di negara – negara maju seperti di Eropa.
Selain itu penurunan harga minyak WTI juga disebabkan oleh karena keprihatinan terhadap OPEC+ yang menyetujui penguranan pemangkasan produksi secara bertahap mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli.
Hal lainnya yang menyebabkan turunnya harga minyak WTI adalah keprihatinan terhadap supply Iran dimana ada laporan yang mengatakan bahwa Iran dan AS sedang akan mengadakan pembicaraan di Viena untuk membangkitkan kembali kesepakatan nuklir JCPOA yang akan bisa membuat sanksi terhadap produksi minyak Iran dihapuskan.
“Support” terdekat menunggu di $58.95 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $57.80 dan kemudian $56.70. “Resistance” yang terdekat menunggu di $60.81 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $62.58 dan kemudian $65.23.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



