(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark America, West Texas Oil (WTI) mencapai level tertinggi sejak Oktober 2018 di $69.97. Namun setelah itu harga minyak mentah WTI memasuki fase konsolidasi setelah mencoba mengetes $70 dan turun sebanyak 0.8% dalam sehari di $68.60.
Memasuki minggu perdagangan yang baru, pada awal perdagangan sesi Asia, data dari Cina menunjukkan bahwa impor minyak mentah WTI turun 14.6% secara tahunan di bulan Mei, namun berita ini sebagian besar diabaikan oleh para partisipan pasar.
Meskipun demikian, tidak adanya penggerak fundamental, turunnya harga minyak mentah kelihatannya merupakan koreksi normal.
Harga minyak mentah WTI berbalik naik kembali dengan OPEC dan sekutunya (OPEC+) memperkirakan persediaan minyak mentah akan jatuh jauh pada bulan – bulan yang akan datang.
Sementara itu Qatar Petrolium mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan menaikkan harga resmi pada bulan Juli yang juga ikut mendorong naik harga minyak mentah WTI.
“Support” terdekat menunggu di $68.64 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $67.80 dan kemudian $67.04. “Resistance” yang terdekat menunggu di $70.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $70.76 dan kemudian $71.85.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido


