(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham di bursa Jepang alami tekanan jual yang cukup signifikan pada hari Rabu (7/7/2021) di tengah kekhawatiran atas kebangkitan kasus baru terinfeksi COVID-19 menjelang Olimpiade Musim Panas di Tokyo pada pekan terakhir bulan Juli.
Pemerintah metropolitan kota Tokyo melaporkan 593 kasus baru pada hari Selasa, melebihi jumlah yang dicatat seminggu sebelumnya untuk hari ke-17 berturut-turut. Pemerintah Jepang kemungkinan akan memutuskan pada hari Kamis untuk memperpanjang keadaan darurat parsial di Tokyo dan tiga prefektur terdekat.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 276,26 poin atau 0,96% menjadi 28366,95. Demikian untuk indeks Topix tergelincir 0,86% menjadi 1.937,68. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan September 2021 bergerak negatif dengan turun 230 poin atau 0,80% ke posisi 28380.
Indeks Nikkei turun ke posisi terendah 2 pekan olah anjloknya mayoritas saham chip seperti mengikuti indeks Philadelphia SE Semiconductor lebih rendah, dengan saham Tokyo Electron tergelincir 0,4%, saham Advantest turun 0,82% dan saham Shin-Etsu Chemical turun 3,27%.
Nikkei juga tertekan oleh beberapa saham kapital besar lainnya seperti saham Fast Retailing dengan jatuh 1,11% dan saham start-up teknologi SoftBank Group turun 0,62%. Demikian saham bank turun karena imbal hasil Treasury AS menurun, dengan saham Mitsubishi UFJ Financial Group turun 1,99%, saham Mizuho Financial Group kehilangan 1,89% dan saham Sumitomo Mitsui Financial Group turun 1,83%.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


