(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex memulai minggu perdagangan yang baru dengan mempercepat penurunannya, mengalami kerugian sebanyak lebih dari 3% dan diperdagangkan disekitar $66.14.
Penggerak utama dibalik terjadinya aksi jual besar-besaran terhadap emas hitam dari ketinggian mendekati 2 ½ tahun adalah kompromi yang akhirnya berhasil dicapai pada akhir minggu antara OPEC dengan OPEC+ mengenai kebijakan produksi.
Perbedaan pendapat antara Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab berakhir setelah kedua belah pihak bersama dengan dengan anggota OPEC+ lainnya sepakat untuk menaikkan supply minyak sebanyak 400.000 barel per hari (bpd) dari bulan Agustus.
Sementara itu, sentimen risk-off tetap kencang ditengah memuncaknya keprihatinan akan tingginya penularan varian covid Delta dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi global yang rentan. Ancaman resiko dari virus ini memperbesar pukulan terhadap minyak mentah yang memberikan yield yang lebih tinggi.
Meskipun terjadi aksi jual besar – besaran dan berkelanjutan, raksasa bank AS seperti Goldman Sachs dan Citibank tetap bullish terhadap harga minyak mentah WTI dalam jangka pendek.
“Support” terdekat menunggu di $65.81 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $65.38 dan kemudian $64.41. “Resistance” yang terdekat menunggu di $66.78 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $67.32 dan kemudian $68.29.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



