(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex terus tertekan di posisi rendahnya. Setelah tertekan turun ke $67.85 dalam perdagangan sesi Asia, pada perdagangan sesi AS menambah penurunannya ke $67.50 dengan naiknya dollar AS.
Perkembangan buruk terbaru yang mendorong dollar AS yang safe-haven naik, sehingga menekan harga minyak, datang dari Beijing dimana Cina melaporkan angka “industrial output” dan penjualan ritel yang lebih kecil daripada yang diperkirakan, yang menaikkan ketakutan bahwa Cina sedang mengalami gelombang covid yang mengganggu perekonomiannya.
Di AS, para investor masih mencoba mengerti kejatuhan dari consumer confidence. Universitas Michigan mengeluarkan laporan Consumer Sentiment Index untuk bulan Agustus yang tumbang ke 70.2 – di bawah dari level terburuk pada masa pandemik yang menunjukkan AS sedang mengalami perlambatan ekonomi. Ini adalah berita buruk bagi seluruh dunia.
Penyebaran varian Delta di AS menambah keprihatinan ini, bersamaan dengan kekacauan politik di Timur Tengah yang bisa memberikan implikasi geopolitik jangka panjang. Semua ini menekan harga minyak mentah WTI.
“Support” terdekat menunggu di $67.24 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $66.69 dan kemudian $65.58. “Resistance” yang terdekat menunggu di $68.21 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $69.00 dan kemudian $70.11.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



