(Vibiznews – Commodity) Minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex memulai minggu yang baru di level $69.15, dan mengakhiri minggu ini tidak banyak berubah di $69.49. Setelah sempat naik ke $69.30 pada hari Rabu, harga minyak mentah terkoreksi turun ke $67.65 namun akhirnya bisa berbalik naik lagi $69.50.
Komoditi minyak mentah gagal mengkapitalisasi keuntungan besar dalam kenaikan dari kerendahan selama satu minggu dan bertemu dengan supply yang baru dan jatuh hampir $2 dari ayunan ketinggian harian.
Kekuatiran akan cepatnya penyebaran varian Delta dari virus corona bisa menekan permintaan minyak global sehingga bisa menjadi badai bagi harga minyak.
Meskipun banyak faktor-faktor yang negatip, harga minyak WTI berhasil mendapatkan support horizontal yang kuat dan naik kembali dengan cepat ke $68.50 dan akhirnya ke $69.50.
Kenaikan harga minyak mendapatkan dorongan dari melemahnya dollar AS, meskipun pada saat yang terakhir berhasil berbalik naik namun belum sempat berpengaruh terhadap harga minyak mentah WTI.
Pada hari Selasa indeks dollar AS berhasil naik dari 92.06 ke 92.50, namun memasuki hari Kamis, Dolar AS berada dalam tekanan jual ditengah turunnya yields obligasi pemerintah AS. Dolar AS berubah arah pada saat perdagangan sesi Eropa berlangsung, melemah dengan luas di tengah turunnya yields obligasi pemerintah AS. Yields treasury 10 tahun AS turun ke 1.316%, mengarah ke level 1.30% dan menyebabkan indeks dolar AS tertekan turun ke 92.45. Namun pada saat terakhir indeks dollar AS berhasil naik kembali ke 92.54.
Harga minyak mentah WTI bertahan di posisi tinggi ditengah adanya berita bahwa pemerintah Cina melepaskan cadangan minyaknya namun hanya akan dipakai untuk kebutuhan domestik di dalam negeri Cina saja.
“Support” terdekat menunggu di $69.43 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $69.06 dan kemudian $68.50. “Resistance” yang terdekat menunggu di $69.59 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $70.09 dan kemudian $70.92.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



