(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex terus naik dari $77.00 ke $78.80, karena laporan bahwa OPEC dengan sekutunya (OPEC+) tetap mempertahankan kebijakan produksinya tidak berubah di 400.000 barel per hari di bulan November.
Meskipun demikian kenaikan harga minyak mentah WTI tertahan oleh karena sentimen pasar yang buruk di tengah munculnya kembali keengganan terhadap resiko yang membawa arus safe-haven kepada dollar AS.
Cina masih libur sampai hari Kamis, dan kecemasan mengenai dampak dari Evergrande, developer raksasa Cina yang terbelit hutang terus menghinggapi investor dengan Fantasia Holding Group tidak berhasil mendapatkan pembayaran dan Sinic diturunkan ratingnya oleh Fitch Ratings.
Cina juga sedang sedang berjuang menghadapi kekurangan energi yang dapat membuat aktifitasnya padam seperti yang dialami Facebook. Sementara Eropa juga sedang berjuang menghadapi naiknya harga gas alam dan minyak mentah WTI.
Harga minyak mentah WTI naik terus dimana pada hari Senin menembus $78, level tertinggi sejak tahun 2014, setelah anggota-anggota OPEC+ tetap bertahan kepada kebijakan untuk hanya menaikkan produksi sebesar 400.000 barel per hari. Terus naiknya harga minyak mentah WTI ini bisa mengganggu pemulihan ekonomi global.
Ketidak pastian mengenai batas atas hutang AS yang tinggal dua minggu lagi jatuh temponya, menambah beban terhadap sentimen pasar yang membangkitkan sentimen “risk-off” dan membuat arus safe-haven ke dollar AS.
“Support” terdekat menunggu di $78.36 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $77.60 dan kemudian $77.28. “Resistance” yang terdekat menunggu di $78.83 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $79.00 dan kemudian $79.47
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



