Mencermati Data Ekonomi dan Pernyataan Pejabat The Fed – Market Mover 17 November 2021

739

(Vibiznews – Market Mover) Pasar keuangan global pada pekan ini akan mencermati beberapa data penting ekonomi AS dan pernyataan para pejabat The Fed AS.

Pasar mencermati apakah ada sinyal yang memperkuat kenaikan suku bunga AS pada tahun mendatang. Prediksi pasar diperkirakan akan ada dua kenaikan suku bunga tahun 2022 sekitar bulan Juni dan November.

Kenaikan suku bunga AS diperkuat setelah data penjualan ritel oktober AS yang melonjak selasa kemarin, dan pernyataan hawkish dari Presiden Fed St. Louis James Bullard yang mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral harus melangkah ke arah yang lebih hawkish selama beberapa pertemuan berikutnya untuk bersiap jika inflasi tidak mulai mereda.

Minggu ini pada hari Rabu ini akan dirilis data perumahan Housing Starts dan Building Permits Oktober yang diindikasikan meningkat. Pada hari Kamis akan dirilis data Jobless Claim yang diindikasikan menurun. Jika data-data tersebut terealisir sesuai indikasinya, maka memunculkan sentimen penguatan ekonomi AS.

Juga akan dicermati pernyataan beberapa pejabat Fed pada pekan ini seperti Williams, Evans, Clarida dan yang lainnya. Pasar akan mencermati apakah pernyataan pejabat The Fed memberikan dukungan bagi kenaikan suku bunga AS.

Bagaimanakah data ekonomi AS dan pernyataan pejabat The Fed mempengaruhi pergerakan pasar keuangan global?

Dari pasar Forex, mata uang dolar AS bergerak naik dengan penguatan data Retail Sales. Jika data perumahan dan jobless claim terealisir baik, dan pernyataan pejabat The Fed hawkish bagi kenaikan suku bunga, maka akan menguatkan dolar AS, dan sebaliknya menekan mata uang rivalnya seperti Euro, Poundsterling, Yen dan lainnya.

Dari pasar Index, penguatan data ekonomi AS dapat mendorong hasil positif Bursa Wall Street, dan penguatan bursa Wall Street dapat menguatkan bursa global lainnya seperti bursa Asia dan Eropa. Namun jika pernyataan pejabat The Fed memberikan sentiment kenaikan suku bunga, akan dapat menekan pergerakan bursa saham.

Dari pasar Komoditas, harga emas dapat melemah jika penguatan dólar AS terus berlanjut seiring penguatan data ekonomi dan sentimen kenaikan suku bunga AS. Sedangkan harga minyak tertekan peningkatan data persediaan minyak mentah AS dan penguatan dolar AS.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here