(Vibiznews – Commodity) Minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex sempat turun sedikit ke $75.50 karena koreksi normal, sebelum akhirnya berbalik naik ke $76.36.
Kenaikan harga minyak mentah WTI naik ke ketinggian bulanan setelah keluarnya data persediaan minyak mentah AS yang memberikan semangat.
American Petroleum Institute (API) memberikan laporan penurunan persediaan minyak mentah AS sebanyak 3.09 juta barel. Penurunan persediaan minyak AS ini lebih besar daripada yang diperkirakan oleh konsensus pasar yaitu penurunan sebanyak 2.7 juta barel.
Sementara itu sebelumnya, Energy Information Administration (EIA) menginformasikan bahwa inventori minyak mentah AS turun sekitar 3,6 juta barel pada minggu yang berakhir tanggal 24 Desember 2021.
Kenaikan harga minyak mentah WTI ini juga didukung oleh pernyataan dari Raja Salman bin Abdulaziz dari Kerajaan Arab Saudi yang mengatakan keprihatinannya atas kurangnya kooperasi Iran dengan komunitas internasional atas perkembangan program nuklir dan misil balistiknya. Kerajaan Arab Saudi berharap Iran mau mengubah tingkah lakunya yang negatip di regional Timur Tengah dan memilih dialog serta kooperasi.
“Support” terdekat menunggu di $76.25 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $76.06 dan kemudian 74.47. “Resistance” yang terdekat menunggu di $76.86 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $78.04 dan kemudian $80.24.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido


