(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex mengalami penurunan ke $81.48 di tengah stabilnya pasar, dengan dollar AS mengkonsolidasikan kerugiannya pada hari Kamis karena berhentinya aksi jual.
Minat terhadap resiko mereda sehingga mencegah penurunan dollar AS lebih lanjut, bahkan berbalik sedikit menguat. Kenaikan di dalam perdagangan intraday dari matauang AS ini membantu mengkoreksi kondisi oversold dari dollar AS karena aksi jual sejak awal minggu.
Tidak banyak katalisator fundamental yang bisa menggerakkan pergerakan harga pada hari Kamis ditengah meredanya keprihatinan mengenai Omicron membantu membatasi penurunan dari harga minyak mentah WTI.
Indeks saham AS mengarah sedikit turun pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Minat terhadap resiko tidak kuat pada akhir minggu ini, namun keengganan terhadap resiko juga tidak ada.
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa Producer Price Index (PPI) naik 0.2% pada bulan Desember setelah kenaikan sebesar 0.8% pada bulan November. Data ini lebih lemah daripada yang diperkirakan oleh para ekonom yang memperkirakan kenaikannya akan sebesar 0.4%.
“Support” terdekat menunggu di $81.34 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $81.26 dan kemudian 81.00. “Resistance” yang terdekat menunggu di $81.51yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $81.76 dan kemudian $82.00.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



