Rekomendasi Minyak 11 Februari 2022: Melanjutkan Kenaikan Karena Turunnya Persediaan Minyak AS

614

(Vibiznews – Commodity) Minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex diperdagangkan lebih baik pada hari Kamis di sekitar $90.30, melanjutkan kenaikan pada hari sebelumnya di $88.76.

Kenaikan dari harga minyak WTI ditopang oleh penurunan yang besar di dalam data persediaan minyak mentah AS yang dipublikasikan oleh Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu.

Data dari EIA yang terbaru menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun sebanyak 4.8 juta barel pada minggu lalu, menjadi 410.4 juta barel, level stok terendah sejak Oktober 2018. Sementara itu permintaan minyak mentah mencetak rekor di 21.9 juta barel per hari selama 4 minggu yang lalu.

Data yang ditunggu dari AS pada hari Kamis adalah Consumer Price Index (CPI) bulan Januari, yang muncul naik 7.5% per tahun. Sementara pasar memperkirakan CPI AS hanya naik 7.2%. Laporan ini adalah angka inflasi AS yang terpanas sejak tahun 1982.

Data ini masuk ke dalam kategori kebijaksanaan moneter AS yang hawkish, yang menginginkan dipercepatnya kenaikan tingkat bunga Federal Reserve secara agresif pada tahun ini. Yields treasury AS langsung naik tinggi setelah keluar laporan ini yang membuat naik dollar AS. Hal ini berpotensi membatasi kenaikan harga minyak mentah WTI lebih lanjut.

“Support” terdekat menunggu di $89.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $88.00 dan kemudian 87.00. “Resistance” yang terdekat menunggu di $90.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $90.80 dan kemudian $100.00.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido