(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan sesi Selasa sore ini (1/3) terpantau menguat dalam rekor 33,270 poin (0,48%) ke level 6.921,441 setelah dibuka naik ke level 6.965,830. IHSG mencetak rekor intraday dan penutupan baru yang searah dengan regional, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya menguat di tengah ketidakpastian pasar oleh serangan militer Rusia di Ukraina.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau menguat 0,21% atau 30 poin ke level Rp 14.337, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun terbatas setelah menanjak di sesi global sebelumnya; sebagai safe haven di tengah perang Rusia – Ukraina walau agak tertahan di sekitar area overbought-nya. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.367.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 77,659 poin (1,13%) ke level 6.965,830. Sedangkan indeks LQ45 naik 17,583 poin (1,78%) ke level 1.003,124. Siang ini IHSG menguat 65,006 poin (0,94%) ke level 6.953,177. Sementara LQ45 terlihat naik 1,21% atau 11,936 poin ke level 997,477.
IHSG kemudian mengurangi gain-nya ditahan profit taking dan ditutup tetap di level rekor baru dengan menguat 33,270 poin (0,48%) ke level 6.921,441. Indeks LQ45 naik 0,21% atau 2,110 poin ke level 987,651.
Hari ini enam dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor technology yang menanjak 3,06%, diikuti sektor energy yang naik 1,27%.
Tercatat sebanyak 297 saham naik, 225 saham turun dan 157 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 1.556.604 kali transaksi sebanyak 22,367 miliar lembar saham senilai Rp 19,207 triliun.
Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,20%, dan Hang Seng yang naik 0,21%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Indika (INDY) 14,35%, Elang Mahkota (EMTK) 6,76%, Adaro Energy (ADRO) 5,31%, dan Adaro Minerals (ADMR) 2,80%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak mencetak rekor baru, sementara bursa kawasan Asia umumnya menguat di tengah ketidakpastian pasar oleh serangan militer Rusia di Ukraina. Berikutnya IHSG kemungkinan akan diintip kembali profit taking karena di sekitar overbought area-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.995 dan 6.750. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.578, dan bila tembus ke level 6.698.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



