Rekomendasi Minyak 1 Maret 2022: Berpeluang Naik Lagi?

743
harga minyak

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex sempat naik tajam ke arah $99.00 per barel, lompat 7% dengan ketegangan krisis Rusia – Ukraina meningkat setelah Barat melarang bank sentral Rusia untuk melakukan pembayaran lewat SWIFT payment dan Putin mengancam akan memakai senjata nuklir.

Runtuhnya infrastruktur SWIFT international banking Rusia telah membuat harga minyak mentah jadi menyala-nyala. Dengan sudah ketatnya pasar supply minyak mentah, apabila tambah digencet maka akan membuat harga minyak mentah jadi terus mendidih.

Selain itu, Putin telah mengeluarkan perintah untuk membunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kyiv. Untuk itu Kremlin telah mengirim 400 tentara bayaran yang akan mengeksekusi Zelenskyy.

Namun dalam sesi perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah WTI berhasil turun ke $95.15 dengan mulai berlangsungnya pembicaraan gencatan senjata antara Rusia dengan Ukraina. Berita terbaru dari agen berita Rusia Ifax mengatakan bahwa Rusia berniat untuk bisa memperoleh kesepakatan dengan Ukraina secepat mungkin. Hal ini adalah positip bagi minyak mentah WTI.

Meskipun demikian harga minyak mentah WTI masih bisa berbalik naik mengarah ke $100 tergantung dari hasil pembicaraan gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Sulit untuk mengatakan apakah kedua belah pihak bersedia untuk mengakhiri konflik dan mencari solusi diplomatik. Apabila tujuan ini tercapai, minyak mentah WTI bisa melanjutkan penurunannya. Sebaliknya, apabila tidak ada kemajuan dan eskalasi berlanjut setelah berlangsungnya pertemuan pada hari Senin, hal ini akan menambah dorongan naik terhadap harga minyak mentah WTI.

“Support” terdekat menunggu di $92.26 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $91.63 dan kemudian 90.34. “Resistance” yang terdekat menunggu di $97.52 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $98.00 dan kemudian $98.89.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Reseach Vibiz Consulting

Editor: Asido