BI Terbitkan Ketentuan Insentif Bagi Penyediaan Dana Untuk Ekonomi Tertentu dan Inklusif

459
Survei BI Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Guna mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional, di mana siklus keuangan Indonesia masih dalam masa pemulihan menuju kepada fase ekspansif, Bank Indonesia perlu melakukan penguatan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi; Oleh karena itu Bank Indonesia (BI) menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 24/5/PBI/2022 tentang Insentif bagi Bank yang Memberikan Penyediaan Dana untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu dan Inklusif. Ketentuan ini berlaku efektif pada tanggal 1 Maret 2022.

Ketentuan ini mengatur antara lain:

  1. Pemberian insentif bagi bagi bank yang melakukan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu, yaitu: pemberian kredit kepada sektor prioritas, pencapaian Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), dan pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh BI.
  2. Insentif yang diberikan berupa pelonggaran atas kewajiban pemenuhan GWM dalam rupiah yang wajib dipenuhi secara rata-rata.
  3. Sumber data yang digunakan sebagai dasar penentuan pemberian insentif.
  4. Penyampaian informasi pemberian insentif kepada Bank oleh Bank Indonesia

Untuk mendukung implementasi ketentuan tersebut, BI juga menyempurnakan ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) melalui penerbitan PBI No.24/4/PBI/2022 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Minimum Usaha Syariah. Penyempurnaan ini berlaku efektif pada tanggal 1 Maret 2022.

Penerbitan PBI Insentif dan penyempurnaan PBI GWM tersebut merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Februari 2022.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting