Pengaruh Pergerakan Pasar Global Terhadap Harga Soft Commodities, Weekly Market Review

709

(Vibiznews – Commodity) – Pada penutupan pasar hari Jumat 4 Maret 2022, harga soft commodities semua naik, setelah terjadi invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari, soft commodities yang mengalami tren naik adalah gula karena mengikuti kenaikan harga minyak mentah yang sangat melonjak, sedangkan harga kopi dan kakao mengalami tren turun namun pada akhir minggu ini harga kopi naik karena berkurangnya persediaan pupuk, dan harga kakao rebound karena persediaan berkurang.

Pergerakan harga soft commodities setelah invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari berbeda dengan analisa fundamental seperti biasa, karena pengaruhnya besar pada perekonomian global, sehingga kopi dan kakao yang merupakan konsumsi tambahan turun tajam, sedangkan gula masih naik mengikuti kenaikan harga minyak, untuk minggu selanjutnya pengaruh ketegangan invasi Rusia ke Ukraina masih sangat mempengaruhi pergerakan pasar

Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat naik karena kekhawatiran di Brazil karena akan ada kekurangan persediaan pupuk. Rusia dan Belarus adalah dua negara penghasil potash dan pupuk terbesar didunia, dan dengan adanya sangsi bagi ke dua negara akan membuat petani Brazil kekurangan pupuk, karena pupuk yang digunakan di Brazil 80% adalah diimpor.

Harga kopi mengalami tekanan pada minggu ini, setelah kopi Arabika turun ke harga terendah 2 bulan pada hari Jumat dan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 1 bulan pada hari Kamis. Penurunan harga kopi karena kenaikan harga bahan bakar akibat invasi Rusia ke Ukraina akan mengganggu perekonomian global dengan turunnya pertumbuhan ekonmi maka pengeluaran konsumen akan berkurang untuk membeli kopi karena adanya pengetatan ikat pinggang, dan membatasi juga kunjungan ke restoran dan kafe.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat melanjutkan kenaikan pada minggu ini, dengan harga gula di New York naik ke harga tertinggi 2 ½ bulan dan harga gula di London naik ke harga tertinggi 5 tahun. Kenaikan harga minyak mentah ke harga tertinggi 13 ½ tahun membuat kenaikan harga etanol, sehingga pabrik penggilingan tebu lebih banyak membuat etanol persediaan gula berkurang.

Harga kakao naik ke harga tertinggi 1 minggu pada penutupan pasar hari Jumat, karena kekhawatiran bahwa persediaan kakao berkurang. The International Cocoa Organization (ICCO) memperkirakan bahwa produksi kakao global di 2021/22 turun 5.2% dari tahun lalu menjadi 4.955 MMT dari rekor 5.226 MMT di 2020/21. ICCO juga memperkirakan bahwa pasar kakao global di 2021/22 akan turun menjadi defisit 181,000 MT dari surplus 215,000 MT di 2020/21.

Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :

KOPI
Harga kopi Mei di ICE New York ditutup naik $1.35 (0.61%) menjadi $224.25 dan harga kopi Mei di ICE London naik 1.24%.

Harga kopi turun 9.6% sejak awal invasi Rusia ke Ukraina 24 Februari 2022

Faktor Penggerak Harga Kopi dari fundamental kopi sendiri:

  • Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) akan turun 0.1% dari tahun lalu menjadi 168.88 juta kantong menurut ICO.
  • Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 2% dari tahun lalu menjadi 167.68 juta kantong menurut ICO.
  • Pasar kopi global di 2020/21 akan menjadi surplus 1.2 juta kantong dari surplus 4.56 juta kantong di 2019/20 menurut ICO.
  • Laporan ICO total ekspor kopi global dari 1 Oktober sampai Januari 2021/22 turun 1.5% dari tahun lalu menjadi 41.8 juta kantong.
  • Perkiraan ekspor kopi Brazil di 2021/22 turun 27% dari tahun lalu menjadi 33.2 juta kantong dari 45.67 juta kantong di 2020/21 karena kekeringan menurut the USDA’s FAS
  • Produksi kopi Arabika Brazil di 2022 diperkirakan akan naik 16.8% dari tahun lalu menjadi sebesar 55.7 juta menurut CONAB
  • Colombia National Federation of Coffee Growers melaporkan pada hari Kamis produksi kopi Februari turun 16% dari tahun lalu menjadi 928,000 kantong dan ekspor Februari turun 23% dari tahun lalu menjadi 980 juta kantong
  • Ekspor kopi Robusta Vietnam di 2021 turun 0,2% dari tahun lalu menjadi 1. 61 MMT menurut Vietnam’s General Statistics Office , karena mahalnya biaya pengiriman dan kekurangan container untuk pengiriman membuat ekspor kopi Vietnam turun.
  • The Green Coffee Association melaporkan persediaan kopi hijau di AS turun 0.6% dari bulan lalu dan turun 0.8% dari bulan lalu 5,795,841 kantong.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $221, berikut ke $210 sedangkan resistant pertama di $ 231 dan berikut ke $ 239

GULA
Harga gula Mei di ICE New York naik 42 sen (2.22%) menjadi $19.35 dan harga gula Mei di ICE London naik 1.93%.

Harga gula naik 8.34% sejak dari awal invasi Rusia ke Ukraina 24 Februari 2022.

Faktor Penggerak Pasar Gula dari analisa fundamental gula sendiri:

  • Produksi gula dunia di 2021/22 ( Oktober/ September) akan naik 0.08% dari tahun lalu menjadi 170.47 MMT dari 170.335 MMT di 2020/21 menurut ISO.
  • Pasar gula dunia di 2021/22 akan defisit -2.55 MMT dari –2.02 MMT di 2020/21 menurut ISO
  • Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 akan naik 32% dari tahun lalu 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
  • Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
  • Produksi gula India di 2021/22 dari 1 Oktober – 15 Februari naik 5.6% dari tahun lalu menjadi 22.1 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Ekspor gula India di 2021/22 turun 15% dari tahun lalu menjadi 6 MMT dari 7.1 MMT di 2020/21 menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
  • Produksi gula Thailand 2021/22 dari 7 Desember – 6 Januari perkirakan naik 58% dari tahun lalu menjadi 1.9 MMT menurut the Thailand Office of Cane and Sugar Board

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 18.50 an berikut ke $ 18.10 sedangkan resistant pertama di $ 19.40 dan berikut ke $ 19.50

KAKAO
Harga kakao Mei di ICE New York naik $58 (2.26%) menjadi $2,620 per ton dan harga kakao Mei di ICE London naik 2.47%.

Harga kakao turun 0.6% setelah invasi Rusia ke Ukraina tanggal 24 Februari 2022

Faktor penggerak pasar kakao  dari analisa fundamental kakao sendiri :

  • Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 8.7% dari tahun lalu menjadi 5. 14 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 4.1% dari tahun lalu menjadi 4.91 MMT menurut ICCO
  • Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 212,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
  • Pemerintah Ivory Coast melaporkan bahwa kumulatif kakao yang dikirim petani ke pelabuhan dari 1 Oktober sampai 20 Februari sebesar 1.66 MMT naik 1.8% dari tahun lalu pada periode yang sama
  • The Ghana Cocoa Board pada hari Rabu 6 Oktober memperkirakan panen kakao Ghana di 2021/22 sebesar 950,000 MT turun 5.6% dari 1.06 MMT perkiraan panen 2020/21

Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $ 2,510 dan berikut ke $2,450 sedangkan resistant pertama di $2,640 dan berikut ke $2,650

 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting