Stabilitas Ekonomi Terjaga, Mendukung Capital Inflow — Domestic Market Outlook, 28 March – 1 April 2022

803

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan tetap optimis didukung aksi beli investor asing yang membawa IHSG terus mencetak rekor penutupan barunya.
  • IMF dalam laporannya menilai Indonesia telah berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah situasi pandemi.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, serta perkembangan pandemi virus corona, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 28 March – 1 April 2022.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat di minggu keduanya dan sempat mencetak rekor baru oleh aksi beli investor asing, kemudian terkoreksi profit taking di hari terakhir pasar. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya dalam bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0,68%, atau 47,567 poin, ke level 7.002,532. Untuk minggu berikutnya (28 Maret – 1 April 2022), IHSG kemungkinan akan ditahan profit taking karena di sekitar overbought area namun tetap dalam uptrend-nya. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.055 dan 7.080. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.894, dan bila tembus ke level 6.758.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu bergerak fluktuatif dan ditutup flat, di antara investor asing yang cenderung melepas SBN, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir melandai 0,01% ke level Rp 14.341. Sementara, dollar global bangkit menguat kembali. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan bergerak naik perlahan, atau kemungkinan rupiah agak fluktuatif dengan bias melemah dalam range antara resistance di level Rp14.420 dan Rp14.450, sementara support di level Rp14.260 dan Rp14.249.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir menguat terbatas secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun obligasi dan berakhir ke 6,705% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury bergerak melaju tinggi.

===

Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporannya Article IV Consultation yang dirilis 23 Maret lalu menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi, didukung oleh kinerja makroekonomi yang kuat, serta respon kebijakan yang tegas dan menyeluruh.

Respon kebijakan tersebut mencakup paket kebijakan yang tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kebijakan moneter yang akomodatif, dan upaya di sektor keuangan untuk mendorong kredit. Bank Indonesia menyambut baik hasil asesmen IMF tersebut.

Berdasarkan data transaksi 21-24 Maret 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp3,13 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp5,96 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp2,83 triliun.

===

 

Variasi pasar kembali menampakkan dirinya belakangan ini. Di tengah situasi geopolitik perang Rusia – Ukraina serta arah tren kebijakan pengetatan moneter bank sentral global, sebagian pasar tampil dalam gerak fluktuatif. Gejolak pasar sendiri kalau kita perhatikan bisa berbentuk volatilitas yang tinggi pada satu periode -seperti yang kerap terjadi belakangan ini- dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya. Memang demikian situasi dan kondisi pasar. Untuk ambil keuntungan terhadap pasarnya, nampaknya, kitalah yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill. Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting