(Vibiznews – Commodity) Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu ditengah berkurangnya kekuatan dollar AS. Sementara kenaikan harga emas tertahan oleh karena naiknya yields obligasi AS pada pertengahan minggu di tengah retorika yang hawkish yang datang dari Federal Reserve.
Emas berjangka kontrak bulan Juni naik $5.20 ke $1,928.30 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.244 ke $24.28 per ons.
Pasar saham global bervariasi mengarah ke melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Perang Rusia – Ukraina masih menjadi penggerak terdepan di pasar dengan semakin banyaknya sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Rusia atas kekejaman perangnya terhadap penduduk Ukraina. Hal ini membuat harga energi tetap tinggi dengan negara-negara Eropa sedang mempertimbangkan untuk melarang impor energi dari Rusia.
Penggerak terdepan lainnya adalah naiknya inflasi. Gubernur the Fed Lael Brainard yang biasanya dovish pada hari Selasa mengatakan bahwa perang Rusia – Ukraina telah membuat inflasi naik lebih jauh dan bahwa inflasi harus dijinakkan secara agresif. Yields treasury AS melonjak karena komentar dari Brainard ini.
Zona euro melaporkan bahwa producer price index untuk bulan Februari naik mengejutkan sebesar 31.4% per tahun. Apabila tidak termasuk data makanan dan energi, PPI hanya naik 12.2% dari bulan Februari yang lalu.
Dolar AS sempat naik pada awalnya, namun selanjutnya berbalik turun sehingga menambah kekuatan harga emas.
“Support” terdekat menunggu di $1,918 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900 dan kemudian $1,850.
“Resistance” terdekat menunggu di $1,937 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,955 dan kemudian $1,975.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido


