Proyeksi Mingguan Nikkei dan Hang Seng Periode 9-13 Mei 2022

792

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham utama di regional Asia pekan ini seperti bursa Hong Kong dan bursa Tokyo berlangsung  mixed, dikarenakan bursa saham Jepang alami perdagangan singkat dengan libur 3 hari berturut. Secara fundamental pergerakan indeks saham dibebani oleh keputusan Federal Reserve AS yang naikkan suku bunganya sebesar 50 bps.

Pekan depan pergerakan indeks masih akan dipengaruhi sentimen proyeksi kebijakan agresif the Fed berikutnya, melihat rilis data tenaga kerja AS (NFP) bulan April yang dilaporkan pekan lalu menunjukkan lonjakan melebihi ekspektasi. Berikut gambaran proyeksi pergerakan indeks Nikkei dan Hang Seng pekan ini.

NIKKEI

Sepanjang pekan ini indeks Nikkei diperdagangkan hanya 2 hari saja dan berhasil cetak gain mingguan setelah pekan sebelumnya melemah. Penutupan minggu indeks ditutup rebound dan mendaki ke posisi tertinggi 2 pekan. Sentimen positif yang memperkuat indeks Nikkei yaitu pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS, mengangkat tinggi harga saham-saham eksportir. 

Sepanjang pekan depan (9-13 Mei 2022) secara fundamental pergerakan indeks Nikkei akan dipengaruhi beberapa sentimen negatif:

  • Kondisi perang Rusia – Ukraina dengan Rusia yang mengepung kota-kota di Ukraina Timur sementara itu negara Barat terus meningkatkan sanksinya terhadap Rusia.
  • Sikap hawkish the Fed setelah menaikkan suku bunga 50 bp, yang terbesar dalam 22 tahun terakhir, menjadi fokus pasar global.
  • Rilis data NFP AS bulan April yang melonjak melebihi ekspektasi mempertegas proyeksi kebijakan agresif Federal Reserve berikutnya.
  • Prospek melambatnya ekonomi di China karena lonjakan Covid di beberapa kota besar, pekan depan akan dirilis data ekspor yang diperkirakan menunjukkan penurunan.

Namun masih terdapat sentimen positif yang menguntungkan Nikkei yaitu pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pekan lalu  mengatakan Jepang akan lebih lanjut melonggarkan kontrol perbatasan pada bulan Juni dan membuat mereka setara dengan negara-negara Kelompok G-7 lainnya.

Secara teknikal indeks Nikkei memiliki support mingguan di kisaran 26640 – 25800 poin dan juga resisten mingguan di kisaran 28320 – 27480.

 

HANG SENG

Bursa saham kota Hong Kong ini pekan lalu alami tekanan cukup berat hingga mencatat kinerja mingguan terburuk sejak akhir Februari yang dipicu oleh beberapa sentimen negatif seperti sikap hawkish the Fed setelah menaikkan suku bunga 50 bp, yang terbesar dalam 22 tahun terakhir, menjadi fokus pasar global; kebijakan ketat penanganan covid-19 di China dan juga kebijakan otoritas moneter Hong Kong yang menaikkan suku bunga dasar.

 

Sepanjang pekan depan (9-13 Mei 2022) secara fundamental pergerakan indeks Hang Seng akan dipengaruhi  beberapa sentimen:

  • Kebijakan pemerintah China menggandakan kebijakan nol covid dengan melawan segala komentar dan tindakan yang mendistorsi, meragukan, atau menyangkal kebijakan respons covid-19 negara itu
  • Kebijakan otoritas moneter menaikkan suku bunga dasar sebesar 50 bps menjadi 1,25% di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa mata uang lokal akan melemah
  • Sikap hawkish the Fed setelah menaikkan suku bunga 50 bp, yang terbesar dalam 22 tahun terakhir, menjadi fokus pasar global.
  • Rilis data NFP AS bulan April yang melonjak melebihi ekspektasi mempertegas proyeksi kebijakan agresif Federal Reserve berikutnya.
  • Prospek melambatnya ekonomi di China karena lonjakan Covid di beberapa kota besar, pekan depan akan dirilis data ekspor yang diperkirakan menunjukkan penurunan.

Selain sentimen diatas pergerakan indeks Hang Seng yang banyak disupport saham kapital besar juga akan dipengaruhi pergerakan indeks saham teknologi di Nasdaq. Juga mendapat sentimen dari pergerakan harga minyak mentah yang berpotensi menguat pekan depan.

Secara teknikal indeks Hang Seng memiliki support mingguan di kisaran 19406 – 18040 poin dan juga resisten mingguan di kisaran 22144 – 20775 poin.