(Vibiznews – Commodity) Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa dengan masuknya para pembeli yang melakukan “perceived bargain hunting” setelah penurunan harga emas baru-baru ini. Melemahnya pasar saham AS dan masih tingginya harga minyak mentah juga bekerja mendukung kenaikan harga emas dengan meningkatnya ketakutan akan inflasi yang problematik.
Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $9.10 ke $1,850.50 per troy ons. Sementara perak berjangka Comex bulan Juli turun $0.037 ke $22.055 per ons.
Pasar saham global bervariasi menuju melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.
Bank sentral Australia mengejutkan pasar dengan menaikkan tingkat suku bunganya yang lebih besar daripada yang diperkirakan. The Royal Bank of Australia menaikkan tingkat bunga kuncinya sebesar 50 sampai 75 basis poin.
Hal kunci diluar pasar emas adalah masih tetap tingginya harga minyak mentah yang diperdagangkan dalam rentang harga perdagangan yang sempit di sekitar $117.50 per barel. Dolar AS menguat pada saat awal perdagangan sesi AS dimulai yang membebani harga emas.
“Support” terdekat menunggu di $1,838 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,825 dan kemudian $1,800.
“Resistance” terdekat menunggu di $1,861 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,878 dan kemudian $1,900.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido



