(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Pasar mencermati data tenaga kerja AS, NFP, yang dirilis melampaui ekspektasi, mengurangi kekhawatiran munculnya resesi.
- US dollar masih perkasa di sekitar 20 tahun tertingginya, sebaliknya euro tergelincir ke hampir 2 dekade terendahnya.
- Data inflasi pekan depan akan keluar dari Eropa dan AS yang diperkirakan mempengaruhi arah kebijakan pengetatan moneter Amerika dan Eropa.
Pasar saham dunia terpantau bias menguat, harga emas terus tertekan, dan US dollar kembali bullish.
Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 11-15 July 2022.
===
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat di pekan keduanya dan berada di sekitar level 20 tahun tertingginya, dengan data tenaga kerja AS, NFP, yang melampaui prediksi dan menambah estimasi the Fed akan terus agresif menaikkan suku bunganya, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 106.89. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0186, posisi hampir 2 dekade terendahnya. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0535 dan kemudian 1.0642, sementara support pada 1.0050 dan 0.9859.
Pound sterling minggu lalu terlihat melemah tipis ke level 1.2027 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2406 dan kemudian 1.2638, sedangkan support pada 1.1933 dan 1.1445. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 136.04 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 136.70 dan 137.00, serta support pada 131.49 serta level 129.51. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.6854. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6994 dan 0.7135, sementara support level di 0.6763 dan 0.6648.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum bias menguat untuk bangkit dari bearish sebelumnya serta mengiktui sentimen positif bursa Wall Street. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 26,517. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27,389 dan 28,339, sementara support pada level 25,520 dan 24,966. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah tipis ke level 21,725. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,450 dan 22,524, sementara support di 20,657 dan 19,178.
Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir bangkit menguat di antaranya terpicu oleh data Non-Farm Payrolls (NFP) yang melampaui prediksi pasar dan mengurangi kekhawatiran datangnya resesi ekonomi AS. Dow Jones secara mingguan menguat ke level 31,338, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 32,053 dan 34,118, sementara support di level 30,431 dan 29,888. Index S&P 500 minggu lalu naik ke level 3,903.4, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,030 dan 4,310, sementara support pada level 3,691 dan 3,636.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau tertekan di minggu keempatnya, oleh perkasanya dollar dan prediksi kenaikan suku bunga yang berlanjut, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,742.35 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1814 dan berikut $1857, serta support pada $1721 dan $1717. Spot gold terpantau berada di 9 bulan lebih terendahnya.
Banyak pelaku pasar pada minggu-minggu ini agak ragu karena kondisi pasar yang sepertinya sedang kurang jelas. Fluktuatif, variatif, mungkin juga terkesan tanpa tren yang jelas. Ada sebagian investor pun bereaksi secara sepertinya over-reactive. Apapun itu, tidak mudah bereaksi bahkan secara logis pun pada saat pasar sedang gonjang-ganjing. Ini, antara lain, menunjukkan kuatnya fenomena psikologis dalam pasar, baik dalam individu per investor maupun di level pasar secara universal yang bisa disebut sebagai “psikologi pasar”. Bagaimanapun, tidak mudah untuk mengikuti, memahami, apalagi memanfaatkan gejolak pasar yang naik turun. Jangan kuatir, Vibiznews.com adalah ahlinya untuk membantu menganalisis pasar bagi Anda dan memetik keuntungan dari dinamikanya. Mungkin Anda telah membuktikannya juga sebelum ini. Terima kasih telah bersama kami, ketahuilah kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting


