(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:
- Tingkat inflasi AS yang tertinggi dalam 4 dekadenya memicu ekspektasi pasar bahwa the Fed akan terus agresif menaikkan suku bunganya.
- The Fed yang agresif memicu US dollar terus di rentang 20 tahun tertingginya, sebaliknya euro tergelincir ke 2 dekade terendahnya, level parity terhadap USD.
- Investor fokus kepada data PMI manufaktur dan jasa yang akan keluar dari Inggris, Eropa dan AS untuk melihat seberapa besar perlambatan ekonomi yang terjadi.
Pasar saham dunia terpantau variatif, harga emas terus tertekan, dan US dollar bertahan bullish.
Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 18-22 July 2022.
===
Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat di pekan ketiganya dan perkasa di level 20 tahun tertingginya, namun terkoreksi di hari terakhir pasar oleh profit taking dan investor mencermati berapa besar kenaikan suku bunga dalam pertemuan the Fed bulan ini, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 107.98. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0086, posisi hampir 2 dekade terendahnya. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0535 dan kemudian 1.0642, sementara support pada 0.9952 dan 0.9859.
Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.1866 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2056 dan kemudian 1.2406, sedangkan support pada 1.1759 dan 1.1445. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 138.04 Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 139.39 dan 140.00, serta support pada 134.26 serta level 131.49. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.6792. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6994 dan 0.7135, sementara support level di 0.6681 dan 0.6648.
Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan bursa kawasan China melemah digerus koreksi saham sektor teknologi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat terbatas ke level 26,788. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27,389 dan 28,339, sementara support pada level 25,520 dan 24,966. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 20,297. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,450 dan 22,524, sementara support di 20,215 dan 19,178.
Bursa saham Wall Street minggu lalu melemah sepekannya namun bangkit menguat di hari terakhirnya oleh meredanya kekhawatiran bahwa the Fed akan agresif menaikkan suku bunganya 100 bp pada pertemuan bulan ini. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 31,288, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 32,053 dan 34,118, sementara support di level 30,630 dan 29,888. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level 3,863.9, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,030 dan 4,310, sementara support pada level 3,691 dan 3,636.
Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau tertekan di minggu kelimanya, oleh perkasanya dollar di level 20 tahun tertingginya, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,707.46 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1773 dan berikut $1814, serta support pada $1697 dan $1677. Spot gold terpantau berada di 11 bulan lebih terendahnya.
Pembaca setia, perhatikanlah chart pergerakan harga asset investasi. Setelah periode rally pasar, tiba juga saat untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Itu yang sebagian pelaku pasar lakukan belakangan ini. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka. Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Simak terus karenanya vibiznews.com, website investasi yang paling favorit. Kembali, salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting


