IHSG Jumat Siang Terkoreksi Tipis ke Level 7.227; Profit Taking dari 4,5 Bulan Tertingginya

480
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (9/9) terpantau terkoreksi tipis 4,730 poin (0,07%) ke level 7.227,287 setelah dibuka naik ke level 7.205,422.

IHSG terkoreksi profit taking setalah mencapai level 4,5 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat setelah the Fed menyatakan akan terus menaikkan suku bunga dalam melawan inflasi AS serta Wall Street yang berakhir kembali menguat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat 0,32% atau 48 poin ke level Rp 14.852, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah naik tipis di sesi global sebelumnya; naik dan kemudian turun di antara pernyataan Jerome Powell yang akan terus menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi AS serta euro yang menanjak setelah ECB agresif menaikkan suku bunga 75bp.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.900, terpantau di sekitar level 1.5 minggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,520 poin (0,35%) ke level 7.257,537. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,365 poin (0,62%) ke level 1.034,424. Siang ini IHSG melemah 4,730 poin (0,07%) ke level 7.227,287. Sementara LQ45 terlihat naik 0,11% atau 1,093 poin ke level 1.029,152.

Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor technology yang merosot 0,72%, diikuti sektor energy yang turun 0,56%.

Tercatat sebanyak 221 saham naik, 263 turun dan 196 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 866.426 kali transaksi sebanyak 19,495 miliar lembar saham senilai Rp 8,495 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,47%, dan Hang Seng yang naik 2,59%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Vale Indonesia (INCO) -2,42%, Adaro Minerals (ADMR) -2,32%, Saratoga (SRTG) -1,77%, dan Rukun Raharja (RAJA) -1,27%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak dua arah lalu terkoreksi profit taking dari 4,5 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat setelah the Fed menyatakan akan terus menaikkan suku bunga serta Wall Street yang berakhir menguat.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih ditahan profit taking dengan gain terbatas, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.287 dan 7.355. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.015, dan bila tembus ke level 6.902.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group