UPDATE Rekomendasi Minyak 11 November 2022: Berbalik Naik karena Banyak Faktor

504

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari Jumat berbalik naik ke sekitar $88.00 per barel.

Harga minyak mentah WTI naik karena tekanan inflasi berkurang dan ketakutan akan resesi tertunda yang menyebabkan ada rasa optimisme di dalam prospek permintaan akan minyak mentah.

Selain itu, para investor juga mengabaikan resiko yang sehubungan dengan Covid di Cina.

Kenaikan harga minyak mentah WTI juga disebabkan karena sentimen pasar yang sangat bagus yang membuat para investor mencari “high yielding assets” seperti minyak mentah.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai karena melanjutkan keuntungan yang kuat dari pembelian pada hari Kamis. Indeks saham S&P 500 menyentuh ketinggian dua bulan dan indeks saham Nasdaq menyentuh ketinggian 6 minggu. Pergerakan naik pasar saham masih disebabkan oleh karena sedikit turunnya angka inflasi yang dirilis pada hari Kamis.

Angka inflasi yang sedikit mendingin ini bisa memicu the Fed untuk memperlambat pengetatan kebijakan moneternya yang agresif, yang bisa membawa pemulihan pada aktifitas skala ekonomi dan pada akhirnya meningkatkan permintaan akan minyak ke depannya.

Harga minyak mentah terdorong naik juga karena ada faktor jatuhya indeks dollar AS pada akhir minggu ini dan demikian juga dengan yield treasury AS. Indeks dollar AS terus turun dan menyentuh kerendaha 2 ½ bulan dalam perdagangan semalam, sementara yields treasury AS 10 tahun turun ke 3.811% pada akhir minggu ini, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan di atas 4% pada awal minggu ini.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $88.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $88.00 dan kemudian $87.50. “Resistance” yang terdekat menunggu di $88.72 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $89.50 dan kemudian $90.10.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.