Dorong Pertumbuhan Ekspor, LPEI Gandeng BRI

471
Kerja sama Ekspor LPEI dan BRI
(Vibiznews – Banking & Insurance) – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan peranannya. Khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional.

Salah satunya dengan menjalin kerja sama produk asuransi khususnya dalam bentuk pemberian Asuransi Proteksi Piutang Dagang/Trade Credit Insurance (TCI).

Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Asuransi Proteksi Piutang Dagang. Ditanda-tangani oleh LPEI dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Penandatanganan ini merupakan salah satu bentuk upaya LPEI untuk melaksanakan satu dari empat mandat utamanya. Yakni asuransi sekaligus mengukuhkan komitmen dalam rangka meningkatkan kerja sama kedua institusi guna mendukung ekspor.

Adapun Perjanjian Kerja Sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada 13 April 2022 lalu. Tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan sebagai payung untuk berbagai peluang kerja sama dalam layanan perbankan pendukung ekspor.

“Fasilitas asuransi ekspor yang disediakan oleh LPEI dalam bentuk Trade Credit Insurance. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung Bank BRI melakukan ekspansi kredit secara optimal.

Dengan risiko yang lebih termitigasi dan proteksi terhadap cash flow pelaku usaha ekspor terhadap gagal bayar buyer luar negeri. Sehingga pelaku usaha ekspor akan lebih terlindungi,” kata Direktur Pelaksana Bidang Pengembangan Bisnis, Maqin U. Norhadi dalam keterangan resminya, Senin (12/12).

Melalui kerja sama ini disepakati bahwa Bank BRI akan menggunakan produk Asuransi Proteksi Piutang Dagang LPEI dalam rangka melakukan mitigasi risiko kerugian. Yang mungkin timbul dari kegagalan bayar oleh buyer atas Piutang Dagang milik nasabah BRI.

Di samping itu, produk asuransi ekspor LPEI juga dimaksudkan untuk menambah kenyamanan Bank BRI. Terutama dalam memberikan fasilitas Account Receivable Financing kepada nasabahnya.

Sementara itu, LPEI akan memberikan ganti rugi kepada Bank BRI sampai dengan 90%. Apabila buyer tidak melakukan pembayaran kepada nasabah BRI disebabkan oleh risiko komersial maupun risiko politik.

Dukungan asuransi ekspor LPEI ini dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan confidence level nasabah/eksportir dan perbankan. Khususnya dalam melakukan penetrasi kepada negara tujuan dan buyer tertentu.

Maqin melanjutkan, komitmen kedua institusi untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam hal penyediaan layanan dan fasilitas yang saling melengkapi. Hal ini diharapkan dapat memfasilitasi nasabah LPEI dan BRI di seluruh Indonesia. Mendorong terciptanya para pelaku usaha berorientasi ekspor yang makin berdaya saing. Dengan usaha yang berkelanjutan dan dapat mendukung penguatan ekonomi nasional.

“Kami berharap ke depannya peluang kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan. Dan kami siap untuk menggali potensi kerja sama lainnya bersama Bank Rakyat Indonesia,” ungkap Maqin.

Sementara Director Institutional & Wholesale Business BRI Agus Noorsanto menambahkan bahwa kerja sama dengan LPEI merupakan salah satu wujud komitmen Bank BRI. Dalam mendukung transaksi pelaku ekspor khususnya UMKM.

“Dengan pengalaman Bank BRI dan LPEI di industri jasa keuangan, kolaborasi yang kami lakukan merupakan wujud dukungan kami untuk mendorong pelaku UMKM. Agar tetap resilient dan dapat mengembangkan bisnisnya melalui kegiatan ekspor,” ujar Agus Noorsanto.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting