Pasar Bertahan Positif, Laju Inflasi Mereda — Domestic Market Outlook, 6-10 February 2023

898

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Menurut BPS, inflasi IHK Januari 2023 tercatat menurun ke 5,28% (yoy).
  • Rupiah khususnya melanjutkan bullish di minggu keempatnya, didukung di antaranya oleh berlanjutnya capital inflow yang kuat ke pasar.
  • Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan IV tahun 2022 dinyatakan KSSK terus membaik di tengah optimisme terhadap pemulihan ekonomi yang terus berlanjut
  • Untuk pekan mendatang, pasar akan mencermati rilis pertumbuhan PDB Indonesia pada hari Senin.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 6-10 February 2023.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat di minggu ketiganya ke level hampir 5 minggu tertingginya walau agak fluktuatif, ditopang data positif penurunan laju inflasi Indonesia, serta searah regional dengan berkurangnya kenaikan bunga the Fed. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya mixed dengan bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat terbatas 0,18%, atau 12,752 poin, ke level 6.911,732. Untuk minggu berikutnya (6-10 Februari 2023), IHSG kemungkinan masih uptrend mendekati level resistance-nya dan dihadang profit taking, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.953 dan 7.128. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.815, dan bila tembus ke level 6.721.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu menguat di pekan keempatnya dan sempat menyentuh level hampir 5 bulan tertingginya, terpicu berlanjutnya capital inflow di pasar SBN senilai hampir Rp5 triliun, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat 0,65% ke level Rp 14.892. Sementara, dollar global terpantau berakhir rebound. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan berupaya naik lagi secara perlahan, atau kemungkinan rupiah diincar koreksi dan agak konsolidatif, dalam range antara resistance di level Rp15.007 dan Rp15.155, sementara support di level Rp14.835 dan Rp14.797.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yield obligasi dan berakhir ke 6,568% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury naik tipis di pekan ini.

===

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2023 menurun dibandingkan inflasi bulan sebelumnya. Berdasarkan data BPS, inflasi IHK pada Januari 2023 tercatat 0,34% (mtm), atau secara tahunan 5,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 5,51% (yoy).

Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan IV tahun 2022 terus membaik di tengah optimisme terhadap pemulihan ekonomi yang terus berlanjut dan semakin positif seiring membaiknya berbagai indikator perekonomian dan sistem keuangan domestik.

KKSK menyatakan bahwa perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut dengan konsumsi rumah tangga tetap kuat disertai level inflasi yang lebih rendah dari prakiraan. Berlanjutnya kinerja positif perekonomian tercermin pada berbagai indikator dini per Desember 2022, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang terus memberikan sinyal optimisme.

Selain itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur melanjutkan tren ekspansi di level 50,9. Kinerja neraca perdagangan juga terus mencatatkan surplus dengan total surplus di tahun 2022 mencapai USD54,46 miliar, merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 diprakirakan mencapai 5,2-5,3%.

Berdasarkan data transaksi 30 Januari – 2 Februari 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp4,96 triliun (beli neto Rp5,42 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp0,46 triliun di pasar saham).

===

 

Pada bulan kedua di tahun 2023 ini, gairah investasi di berbagai pasar tetap terlihat marak. Pasar bergerak tanda bahwa investor sedunia melihat adanya potensi profit untuk perdagangan dan pilihan investasi saat ini. Sementara itu, sebagian investor masih terus berpandangan ini bukan waktu yang pas dengan melihat konsolidasi pasar yang kelihatannya cenderung terjadi. “Takut salah langkah,” demikian pikir mereka. “Fear” atau ketakutan seringkali menjadi faktor penghambat dalam psikologis perdagangan. Acapkali ini sebenarnya gambaran dari ketidaktahuan situasi dan kondisi pasar. Dari pada serba menebak, lebih baik Anda bergabung dengan komunitas pembaca vibiznews.com. Pasar yang abu-abu akan menjadi terang benderang. Bagi pemirsa, kami sampaikan terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting